Seorang lansia berinisial GH (70 tahun) diduga menjadi korban percobaan penculikan saat berolahraga pagi di area Pantai Indah Kapuk (PIK), Penjaringan, Jakarta Utara. Aksi pelaku terekam CCTV milik salah satu warga.
Dalam video tersebut, tampak pelaku mengikuti korban menggunakan mobil. Salah satu pelaku kemudian turun dan mencoba menarik korban ke dalam mobil. Korban melawan hingga membikin pelaku meninggalkan lokasi.
Berikut kumparan rangkum fakta-faktanya.
Gagal lantaran Korban Melawan
Kanit Reskrim Polsek Metro Penjaringan AKP Sampson Sosa Hutapea mengatakan korban telah melaporkan kasus tersebut. Peristiwa dugaan percobaan penculikan itu terjadi pada 16 April sekitar pukul 06.55 WIB.
Menurut Sampson, upaya penculikan itu kandas setelah korban melakukan perlawanan. Pelaku kemudian meninggalkan letak kejadian.
"Untungnya korban melakukan perlawanan sehingga pelaku tidak sukses melakukan penculikan tersebut dan pergi dari TKP," ujarnya, dikutip Minggu (14/6).
Polisi Usut Motif Penculikan
Polisi saat ini tetap mendalami motif di kembali dugaan percobaan penculikan tersebut. Tim interogator juga menelusuri sejumlah titik CCTV nan mengarah ke tempat kejadian perkara (TKP).
"Motifnya tetap kita dalami dan tim sedang menelusuri titik-titik CCTV nan mengarah kepada TKP. Kami juga sudah melakukan penyelidikan dan berambisi dalam waktu dekat dapat mengungkap para pelaku ini," ucap Sampson.
Polisi menduga jumlah pelaku lebih dari satu orang lantaran terdapat pengemudi nan berada di dalam kendaraan.
"Yang terlihat jika dalam mobil itu ada satu pengemudi, ya kemungkinan berjumlah lebih dari dua," kata dia.
Menurut polisi, korban mengaku tidak mengenal pelaku dan merasa tidak mempunyai masalah dengan siapa pun.
"Korban tidak mengenal," ucap Sampson.
"Tidak pernah ada masalah, tidak pernah punya musuh, dan selama ini hidup baik-baik saja. Dalam kejadian itu korban sedang berolahraga pagi di sekitar rumahnya," imbuhnya.
Perkembangan terbaru, Sampson mengatakan pihaknya sudah mengidentifikasi dua orang nan diduga sebagai terduga pelaku.
“Update-nya untuk terduga pelaku sudah diperiksa,” ucap Sampson.
Telusuri Cara Pelaku Masuk Kompleks
Sampson mengatakan, penyelidikan tetap dilakukan untuk mengungkap gimana pelaku bisa lolos masuk ke area nan menerapkan sistem keamanan ketat itu.
“Sebetulnya dalam situasi selama ini di dalam kompleks tersebut, itu lantaran one-way gate system ya, dan itu juga menggunakan akses, itu keamanannya sangat terjamin. Nah, ini perlu kami tetap dalami kenapa sampai pelaku bisa masuk tanpa dicurigai. Itu nan tadi kami sampaikan, bahwa lantaran adanya akses nan dimiliki oleh pelaku sehingga pihak keamanan tidak mencurigai,” kata Sampson.
Sampson mengatakan, dari hasil pemeriksaan awal terhadap korban, saksi, hingga petugas keamanan kompleks, salah satu pelaku diduga sudah pernah datang ke letak sebelumnya.
“Tentunya belum bisa kita simpulkan. Tapi kita juga mendapatkan beberapa info dari keterangan korban maupun saksi-saksi lainnya. Bisa diidentifikasi bahwa salah satu pelaku sudah pernah ke letak sebelumnya. Sehingga hasil periksa dari saksi security, akses masuk pintu masuk, mungkin salah satu pelaku sudah pernah mempunyai kartu akses alias meng-copy kartu akses tersebut,” ujarnya.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·