Jakarta, CNBC Indonesia - Sekutu dalam aliansi NATO menolak terlibat dalam rencana blokade pelabuhan Iran nan diumumkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Penolakan ini berpotensi memperuncing ketegangan di dalam aliansi, di tengah bentrok nan telah berjalan enam minggu antara Washington dan Teheran.
Sejumlah negara kunci Eropa, seperti Inggris dan Prancis, menegaskan tidak bakal ikut serta dalam blokade. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengatakan pihaknya menolak langkah tersebut.
"Kami tidak mendukung blokade. Keputusan saya sangat jelas bahwa apa pun tekanannya, kami tidak bakal terseret ke dalam perang," ujarnya kepada BBC, dikutip Selasa (14/3/2026).
Sebagai alternatif, negara-negara NATO tengah menyiapkan inisiatif untuk mengamankan pelayaran di Selat Hormuz setelah bentrok mereda. Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte sebelumnya menyebut aliansi dapat berkedudukan jika seluruh 32 personil menyepakati pembentukan misi bersama.
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengungkapkan negaranya bakal menggelar konvensi dengan Inggris dan mitra lain guna membentuk misi multinasional.
"Misi nan sepenuhnya melindungi ini, nan berbeda dari pihak-pihak nan bertikai, bakal dikerahkan segera setelah situasi memungkinkan," kata Macron.
Rencana tersebut mencakup pengawalan kapal tanker dan penetapan jalur kondusif bagi pelayaran internasional.
"Ini tentang melindungi pelayaran dan mendukung kebebasan navigasi setelah bentrok berakhir. Tujuan berbareng kita adalah rencana multinasional nan terkoordinasi dan independen," ujar Starmer di parlemen.
Sumber diplomatik menyebut sekitar 30 negara, termasuk negara Teluk, India, serta sejumlah negara Eropa, berpotensi terlibat dalam misi tersebut. Namun, baik Iran maupun AS tidak bakal berperan-serta langsung, meski tetap bakal diberi pemberitahuan.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan menilai pembukaan kembali Selat Hormuz sebaiknya ditempuh melalui jalur diplomasi. Ia juga menyerukan NATO untuk menata ulang hubungan dengan Trump dalam pertemuan puncak mendatang.
Trump sebelumnya menyatakan militer AS bakal menindak kapal-kapal Iran nan mendekati area blokade, setelah pembicaraan akhir pekan kandas mencapai kesepakatan damai.
"Blokade bakal segera dimulai. Negara-negara lain bakal terlibat dalam blokade ini," ujar Trump dalam unggahan di Truth Social.
Awalnya, Washington menyebut blokade bakal melibatkan kerja sama internasional di Selat Hormuz. Namun, militer AS kemudian menjelaskan bahwa operasi tersebut hanya menargetkan kapal nan menuju alias berasal dari pelabuhan Iran.
Sejak bentrok pecah pada 28 Februari, Iran dilaporkan telah membatasi akses di jalur strategis tersebut untuk sebagian besar kapal asing. Teheran juga disebut berupaya memperkuat kendali atas selat nan menjadi jalur vital bagi sekitar seperlima pasokan minyak global.
(tfa/tfa)
[Gambas:Video CNBC]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·