Perang Iran Bayangi Pertemuan Menlu BRICS di India

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Menlu RI Sugiono berbareng sejumlah Menlu negara personil dan mitra BRICS berpotret berbareng dalam pertemuan Menlu BRICS di Bharat Mandapam, New Delhi, India (14/5/2026). Foto: Arun Sankar/AFP

Negara-negara personil BRICS menggelar Pertemuan Tingkat Menteri Luar Negeri di New Delhi, India, Kamis (14/5), di tengah meningkatnya ketegangan dunia akibat perang Iran dan krisis daya dunia.

Forum dua hari itu dihadiri sejumlah negara personil BRICS, termasuk Iran, Rusia, juga Indonesia. Konflik Iran serta gejolak nilai minyak disebut menjadi rumor utama dalam pembahasan, seperti dilansir AFP.

Menteri Luar Negeri (Menlu) India Subrahmanyam Jaishankar mengatakan bumi saat ini sedang berada dalam kondisi internasional nan penuh ketidakpastian.

"Kita berjumpa di saat hubungan internasional berada dalam kondisi penuh gejolak," kata Jaishankar dalam pidato pembukaan forum.

Ia menyebut bentrok nan sedang berlangsung, ketidakpastian ekonomi, hingga tantangan perdagangan, teknologi, dan daya sekarang membentuk lanskap dunia baru.

"Banyak negara tetap menghadapi tantangan mengenai keamanan energi, pangan, pupuk, dan kesehatan," lanjutnya.

Pertemuan BRICS kali ini juga dihadiri Menlu Iran Abbas Araghchi dan Menlu Rusia Sergei Lavrov.

Dalam forum tersebut, Araghchi menegaskan Selat Hormuz tetap terbuka bagi kapal-kapal komersial.

"Selat Hormuz terbuka untuk semua kapal komersial nan bekerja sama dengan angkatan laut kami," kata Araghchi, dikutip dari Reuters.

Menlu India Subrahmanyam Jaishankar (tengah) menyampaikan pidato dalam Pertemuan Menteri Luar Negeri BRICS di Bharat Mandapam, New Delhi, India (14/5/2026). Foto: Arun Sankar/AFP

Ia juga menegaskan Iran tidak bakal tunduk pada tekanan.

"Tidak ada solusi militer untuk apa pun nan berangkaian dengan Iran. Kami rakyat Iran tidak pernah tunduk pada tekanan alias ancaman, tetapi kami membalas penghormatan dengan penghormatan," ujarnya.

Perang Iran dan gangguan jalur pelayaran di area Teluk disebut menjadi perhatian besar India, nan sangat berjuntai pada impor daya dari Timur Tengah.

BRICS awalnya dibentuk pada 2009 oleh Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan sebagai forum negara berkembang untuk meningkatkan pengaruh dunia di tengah kekuasaan Barat.

Kini blok tersebut telah diperluas dengan bergabungnya Mesir, Ethiopia, Iran, Arab Saudi, Indonesia, dan Uni Emirat Arab.

Pertemuan tingkat menteri luar negeri ini menjadi bagian dari rangkaian menuju Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-18 nan dijadwalkan berjalan pada 12-13 September 2026 dan bakal dihadiri para pemimpin negara personil maupun negara mitra BRICS.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan