Perang Besar Meletus hingga Bertahun-tahun Akibat Telinga

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Jakarta -

Britania Raya, Spanyol dan Prancis pernah terlibat perang. Perang ini salah satunya dipicu oleh kejadian pelaut nan mengaku dipotong oleh penjaga pantai Spanyol.

Dilansir Ensiklopedia Britannica, perang ini lebih dikenal dengan julukan Perang Telinga Jenkins. Perang dimulai pada Oktober 1739 dan akhirnya dilanjutkan dengan Perang Suksesi Austria (1740-1748).

Perang ini dipicu oleh sebuah kejadian nan terjadi pada tahun 1738 ketika pelaut berjulukan Kapten Robert Jenkins muncul di hadapan komite Dewan Rakyat dan memperlihatkan telinganya nan terpotong.

Jenkins mengaku telinganya dipotong pada April 1731 di Hindia Barat oleh penjaga pantai Spanyol. Orang Spanyol itu menaiki kapalnya, menjarahnya dan kemudian membiarkannya hanyut.

Masyarakat Britania Raya terprovokasi. Kemudian, kisah ini dengan sigap dieksploitasi oleh personil Parlemen. Britania Raya pun menyatakan perang terhadap Spanyol.

Perang berjalan selama setahun. Kemudian perang dilanjutkan dengan Perang Suksesi Austria. Perang ini dipicu oleh kematian Charles VI, Kaisar Romawi Suci dan kepala bagian Austria dari Wangsa Habsburg, pada 20 Oktober 1740.

Dua perang lainnya adalah Perang Silesia Pertama (1740-1742) dan Perang Silesia Kedua (1744-1745), di mana Frederick II Agung dari Prusia, berkawan dengan Prancis, merebut provinsi Silesia dari Austria. Serangkaian perang ketiga berpusat pada bentrok berkepanjangan antara Prancis dan Inggris atas kepemilikan kolonial di India dan Amerika Utara.

Perang Suksesi Austria, nan secara kolektif dikenal sebagai Perang Suksesi Austria, dimulai pada 16 Desember 1740, ketika Frederick II dari Prusia menginvasi Silesia, salah satu provinsi Habsburg terkaya.

Pasukannya mengalahkan Austria di Mollwitz pada April 1741 dan menguasai Silesia. Penguasa Austria Maria Theresa (putri Charles VI) memperoleh support asing utamanya dari Inggris, nan cemas bahwa, jika Prancis mencapai hegemoni di Eropa, kekaisaran Inggris bisa susah untuk dipertahankan.

Dengan demikian, Perang Suksesi Austria sebagian merupakan salah satu fase dari bentrok antara Prancis dan Inggris nan berjalan dari tahun 1689 hingga 1815.

Perang ini nan berjalan selama bertahun-tahun ini mengakibatkan kerugian besar. Ada 25.000 orang nan tewas dan sekitar 5.000 kapal hancur akibat perang. Semua dimulai dari pelaut nan mengaku telinganya dipotong orang Spanyol. Namun, hingga hari ini tidak ada kepastian mengenai kebenaran cerita si pelaut.

(rdp/imk)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News