Penyewa Kursi dan Blower di Tangsel Diduga Kena Tipu, Rugi Rp 63 Juta

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Tangerang Selatan - Seorang pengusaha perangkat sewa bangku dan blower, Siti Fatimah (39) diduga menjadi korban penipuan di Ciputan Timur, Tangerang Selatan (Tangsel). Kerugian korban diperkirakan mencapai Rp 63 juta.

"Pelaku dalam penyelidikan," ujar Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Bambang Askar Sodiq dalam keterangannya, Sabtu (2/5/2026).

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 15.00 WIB pada Kamis (30/4). Bambang mengatakan modus penipuan ini berupa berpura-pura memesan bangku dan blower untuk aktivitas sosialisasi Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Modus berpura-pura memesan bangku dan blower untuk aktivitas pertemuan sosialisasi MBG," ujarnya.

Bambang mengatakan saat itu korban menerima telepon dari pelaku berjulukan Andi sekitar pukul 11.00 WIB pada Kamis (30/4). Dia menuturkan pelaku mau menyewa 170 bangku Futura dan 3 blower nan bakal digunakan pada Jumat (1/5) untuk aktivitas sosialisasi MBG di Aula Himpunan Mahasiswa Banten (HMB).

"Kemudian sekira jam 11.20 WIB pelapor mengirim bangku Futura dan blower ke Aula Himpunan Mahasiswa Banten (HMB)," ujarnya.

Bambang mengatakan saat korban mengirim kusi dan blower itu, tak ada pihak nan menerima, namun pelaku meminta dikirim foto dan video jika peralatan tersebut sudah sampai di Aula HMB. Kemudian, korban meninggalkan letak setelah mengirim bukti foto dan video tersebut.

"Setelah bangku dan blower di taruh di dalam Aula Himpunan Mahasiswa Banten ( HMB ) Jalan Semanggi II RT 04 / 03 Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan lampau pelapor pulang," ucapnya.

Sekitar 3 jam kemudian, Bambang mengatakan korban menerima berita dari pengelola Aula HMB bahwa bangku dan blower tersebut diambil orang. Korban lampau datang kembali ke Aula HMB dan mendapati hanya ada 50 bangku nan tersisa di letak tersebut.

"Selanjutnya pelapor mendatangi letak dan memandang bangku nan sebelumnya 170 tinggal 50 dan blower tidak ada. Dan saksi Yudi Chudori memperlihatkan foto mobil Lalamove nan ambil bangku dan blower," ucapnya.

Bambang mengatakan pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan terus menyelidiki peristiwa ini. Dia mengingatkan pelaku upaya agar lebih waspada ketika menerima orderan melalui telepon alias media sosial.

"Imbauan kepada masyarakat alias pelaku upaya agar meningkatkan kewaspadaan dan kehatihatian dalam melayani customer apalagi melalui jasa media sosial, apalagi tidak ada rekam jejaknya bertransaksi sebelumnya," ujarnya.

(mib/zap)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News