Polisi akhirnya mengungkap hasil laboratorium forensik mengenai penyebab tewasnya satu family saat glamping di lokasi wisata Posong, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Sekeluarga itu tewas pada Rabu (27/5) sore.
"Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya tanda keracunan karbon monoksida. Penyebab kematian adalah keracunan karbon monoksida (CO) nan mengakibatkan meninggal lemas," kata Kapolres Temanggung AKBP Zamrul Aini dalam bertemu pers, Senin (15/6).
Zamrul menjelaskan, gas karbon monoksida itu berasal dari tungku penghangat alias anglo pembakaran nan disediakan pengelola untuk menghangatkan badan.
Seharusnya tungku itu diletakkan di luar tenda sesuai petunjuk pengelola. Namun oleh korban tungku tersebut diletakkan di dalam tenda.
"Gas CO berasal dari tungku pembakaran. Tungku itu ditemukan di dalam tenda. Sementara kompor dan gas portable posisinya ditemukan di luar tenda," jelasnya.
Selain itu, polisi juga memastikan tidak ditemukan kandungan sianida dalam tubuh korban, maupun luka akibat barang tumpul alias barang tajam.
"Tidak didapatkan keracunan sianida," sebut Zamrul.
Sebelumnya, satu family nan terdiri dari ayah Muhamad Ali Munawar (52), ibu Maghfirah (43), anak sulung Bagas Amar Hakiki (21), serta anak bungsu mereka Alvino Evan Hakim (16) ditemukan tewas pada Rabu (27/5) sore.
Mereka awalnya menginap di tenda glamping di lokasi wisata Posong, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, sejak Selasa (26/5) sekitar pukul 21.05 WIB.
Namun, keesokan harinya alias pada Rabu (27/5), tidak ada respons dari para korban ketika waktu sewa habis. Petugas lampau terpaksa membuka pintu tenda pada pukul 15.30 WIB dan menemukan keempat korban sudah terbujur kaku.
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·