Penyebab Santri Keracunan MBG di Sidoarjo

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN) Ketut Sumedana mengungkap penyebab ratusan santri di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), keracunan usai menyantap makan bergizi cuma-cuma (MBG).

Ketut mengklaim ada kelalaian pada standar operasional prosedur (SOP) pendistribusian MBG yang membikin makanan basi.

"Itu lantaran ketidakdisiplinan dari pada SPPG dan pendistribusian. Jadi semestinya itu loading 4 jam selesai dari masak langsung dibagikan. Tapi, faktanya di lapangan lebih dari 4 jam," kata Ketut mengutip detikcom, Kamis (3/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nah itulah nan menyebabkan keracunan, lantaran MBG ini kan enggak pakai pengawet. Jadi mudah dia basi. Mudah bakterinya sigap berkembang," lanjutnya.

Ketut menuturkan BGN sudah membikin patokan pengawasan nan dilakukan sehari dua kali. Dalam patokan itu, pengawasan kudu dilakukan pada pukul 17.00 WIB pada saat bahan masakan masuk dan pukul 02.00 WIB pada saat proses masak.

"Kita setiap hari, dua kali sehari kita melakukan apel kesiagaan MBG, mulai dari jam 2 malam terus jam 5 sore. Karena waktu-waktu itu waktu krusial pemilihan bahan, jika jam 5 kan sampai, masak jam 2 pagi," ujarnya.

Meski sudah dibuat patokan tersebut, Ketut mengatakan banyak petugas dan kepala satuan pemenuhan pelayanan gizi (SPPG) nan tidak mematuhi. Selain itu ada juga sekolah nan tidak tepat waktu dalam membagikan MBG.

"Kenyataannya tetap ada di beberapa wilayah orang-orang ini, anak-anak kita ini, kepala-kepala SPPG ini, termasuk PIC-PIC, termasuk ada juga sekolah-sekolah nan tidak tepat waktu dalam membagikan MBG melampaui pemisah waktu nan ditetapkan," imbuhnya.

Sebelumnya ratusan santri di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, diduga keracunan setelah menyantap menu MBG. BGN menyebut jumlah santri nan keracunan mencapai 512 orang.

Santri nan tetap dirawat di rumah sakit sebanyak 80 orang. Sementara itu, 312 santri lainnya dinyatakan sudah pulang dan sembuh.

BGN, kata Ketut, telah melakukan investigasi dengan menggandeng dinas kesehatan terkait. SPPG juga telah di-suspend dengan kategori berat.

"Kemudian kami juga melakukan suspend dengan kategori berat selama 30 hari terhadap SPPG Sidoarjo, Talang Angin," imbuhnya.

Baca buletin lengkapnya di sini.

(tim/dal)

placeholder

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional