
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun di bawah level 7.000. (Foto: Okezone.com/IMG)
JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun di bawah level 7.000, sementara rupiah tertekan ke level Rp17.000 per dolar AS akibat meningkatnya tekanan fiskal di tengah sentimen dunia nan tetap bergejolak.
Head of Research & Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, mengatakan IHSG sempat terkoreksi dan ditutup di bawah level 7.000, mencerminkan kekuasaan sentimen risk-off.
“Pelemahan IHSG nan sempat turun di bawah 7.000, berbarengan dengan rupiah nan memperkuat di atas 17.000, mencerminkan meningkatnya sentimen risk-off di pasar domestik. Dalam kondisi ini, ruang stabilisasi menjadi semakin terbatas, terutama di tengah tekanan eksternal nan tetap tinggi,” ujar Rully, Selasa (7/4/2026).
Rully menambahkan, pergerakan rupiah di atas level tersebut, di tengah indeks dolar nan relatif stabil, mengindikasikan Bank Indonesia mulai memberi ruang penyesuaian lebih besar setelah periode intervensi nan cukup agresif.
“Dengan IHSG nan telah terkoreksi hingga 6.917 dan rupiah di atas 17.000, kami memandang tekanan pasar tetap berpotensi berlanjut, terutama jika arus keluar biaya asing meningkat ke kisaran Rp500 miliar–Rp1 triliun per hari dalam jangka pendek,” ungkapnya.
Ke depan, tekanan diperkirakan tetap bersambung seiring eskalasi geopolitik dan kenaikan nilai minyak, nan umumnya menekan mata duit negara net importir seperti Indonesia.
Di sisi fiskal, kebijakan pemerintah menahan nilai BBM untuk menjaga daya beli turut mendorong defisit APBN hingga Maret 2026 mencapai Rp240,1 triliun alias 0,9 persen PDB, meningkat dari 0,4 persen pada periode nan sama tahun sebelumnya.
“Upaya menjaga stabilitas tetap penting, namun konsekuensinya adalah meningkatnya tekanan terhadap fiskal dan persediaan devisa,” kata Rully.
IHSG ditutup di level 6.989,43 alias turun 0,53 persen, sementara rupiah berada di Rp17.035 per dolar AS. Investor asing tetap mencatatkan net sell sebesar Rp623 miliar, mencerminkan tekanan pasar nan tinggi di tengah dinamika global.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·