Jakarta, CNN Indonesia --
Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mengatakan letak penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama 2026 akhir pekan ini bakal tergantung Presiden RI Prabowo Subianto.
Gus Ipul mengatakan seandainya Prabowo berkenan datang maka rangkaian Munas-Konbes NU nan dimulai akhir pekan ini di Kediri itu bakal ditutup di Bangkalan, Jawa Timur. Sebaliknya, jika Prabowo tak datang maka aktivitas penutupan Munas-Konbes NU digelar di Kediri sebagai tempat rangkaian aktivitas itu dilakukan sejak awal.
Rangkaian Munas dan Konbes NU 2026 dijadwalkan dibuka pada Sabtu (20/6) akhir pekan ini di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri, Jatim.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika waktunya [presiden] memungkinkan hadir, maka penutupan bakal ditempatkan di Bangkalan. Tetapi jika tidak [presiden tak datang langsung], penutupan bakal dilakukan di Ploso. Ini semua tetap menyesuaikan agenda Presiden," ujar Gus Ipul, Jumat (19/6).
Gus Ipul--yang juga Ketua Panitia Munas-Konbes dan Muktamar NU-- menyatakan undangan kepada Presiden Prabowo tetap dalam tahap koordinasi dan menunggu konfirmasi.
"Ini tetap dalam koordinasi, dalam konfirmasi. Mudah-mudahan waktunya memungkinkan. Tetapi PBNU melalui rapat sudah memutuskan untuk mengundang Bapak Presiden pada tanggal 23 Juni nan bakal datang di Kabupaten Bangkalan [Pulau Madura]," kata dia.
Menurutnya andaikan Prabowo hadir, penutupan digelar tiga hari setelah pembukaan di STAI Pesantren Syaichona Moh Cholil, Bangkalan, pada Selasa (23/6).
Gus Ipul mengaku pihaknya berambisi Prabowo dapat datang di penutupan itu.
"Sementara penutupan direncanakan mudah-mudahan kelak di Bangkalan. PBNU mengundang secara resmi Bapak Presiden Prabowo untuk bisa memberikan petunjuk pada saat penutupan nanti," kata Gus Ipul nan juga dikenal sebagai Menteri Sosial itu.
Sementara itu, untuk aktivitas pembukaan di Kediri, PBNU bakal mengundang pejabat pemerintah wilayah dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota, para pengasuh pesantren, pengurus NU dari beragam daerah, tokoh masyarakat, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan.
"Tentu pembukaan bakal mengundang pejabat-pejabat pemerintah daerah, mungkin tingkat provinsi maupun kabupaten-kota, mengundang pengasuh-pengasuh pesantren, dan pihak-pihak lain nan disesuaikan dengan kapabilitas tempat pembukaan," kata Gus Ipul.
Gus Ipul menegaskan, forum Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2026 bukan sekadar pertemuan organisasi biasa. Ini merupakan tahapan pertama dan strategis dalam konsolidasi NU menuju penyelenggaraan Muktamar.
"Persiapan muktamar ini kan berkelanjutan. Konbes ini adalah tahapan pertama menuju muktamar," ujarnya.
Forum tersebut dijadwalkan membahas beragam agenda keorganisasian, keumatan, dan kebangsaan sebagai bagian dari peta jalan besar Nahdlatul Ulama ke depan.
(tim/kid)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·