Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar otomotif nasional tiba-tiba kehilangan momentum pada Maret 2026. Berdasarkan info Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total penjualan mobil hanya mencapai 61.271 unit, turun signifikan dibanding Februari nan mencapai 81.250 unit.
Secara bulanan (month-to-month), penjualan merosot sekitar 19.979 unit alias sekitar 24,58%. Koreksi tajam ini menghapus lonjakan nan sempat terjadi di Februari, ketika pasar tumbuh lebih dari 20% dibanding Januari 2026.
Jika dibandingkan dengan periode nan sama tahun lalu, penjualan Maret 2026 juga lebih rendah. Pada Maret 2025, total penjualan tetap berada di kisaran 71.099 unit, artinya terjadi penurunan sebanyak 9.828 unit alias sekitar 13,82% secara tahunan.
Dari sisi merek, Toyota tetap menjadi pemimpin pasar, disusul Daihatsu dan Mitsubishi nan sempat tampil kuat pada Februari. Dengan penjualan Maret 2026 tercatat masing-masing 18.21 uni (untuk Toyota dan LexusO), 8.916 unit, dan 7.871 unit.
Namun tekanan terlihat nyaris merata di semua merek. Tidak hanya pemain Jepang, merek-merek non-tradisional juga mengalami koreksi volume setelah sempat melonjak di awal tahun.
Penurunan ini mempertegas, permintaan mobil di dalam negeri tetap sangat sensitif terhadap momentum, promosi, serta aspek musiman seperti awal tahun dan menjelang periode libur panjang.
Dengan perubahan nan cukup tajam dalam tiga bulan pertama, pasar otomotif 2026 tetap dibayangi ketidakpastian, meski secara kumulatif tetap mencatat pertumbuhan pada awal tahun.
(dce)
[Gambas:Video CNBC]
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·