Penjualan mobil Honda kembali mendapat rapor merah. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan catatan pengedaran merek asal Jepang tersebut selama empat bulan 2026 terlihat melandai.
Distribusi dari pabrik ke diler alias wholesales selama Januari hingga April tahun ini totalnya 15.893 unit, turun 37,3 persen secara year-on-year (YoY) 2025 nan bisa raup nomor 25.336 unit alias selisihnya mencapai 9.443 unit.
Pun dengan penjualan retail (penyaluran dari diler ke konsumen) selama empat bulan 2026 hanya 16.516 unit alias ambruk 43,5 persen dibanding periode nan sama tahun lampau dengan nomor 29.215 unit, selisihnya hingga 12.699 unit.
Tren penurunan juga terlihat secara bulanan, pada April kemarin Honda mendistribusikan mobilnya ke jaringan diler sebanyak 2.363 unit, merosot 42,8 persen dibanding Maret sebelumnya nan totalnya 4.129 unit.
Sementara retail dari Maret ke April turut menurun hingga 13,8 persen, sebelumnya tersalurkan 4.080 unit menjadi 3.515 unit. Ini membikin Honda kudu puas duduk di ranking 6 klasemen merek mobil terlaris sepanjang 2026 berjalan.
Alhasil, pendatang baru seperti BYD bisa sukses menembus lima besar merek mobil terlaris di Indonesia saat ini. Pabrikan asal China tersebut mencatatkan wholesales 17.098 unit dan retail sebanyak 16.539 unit.
Meski pada bulan Februari, nomor pengiriman ke jaringan penjualan maupun ke konsumen langsung terlihat tumbuh dibanding dengan Januari. Masing-masing peroleh nomor 5.385 unit untuk wholesales dan 4.688 unit untuk retail.
Pelemahan juga terlihat dari tahun ke tahun, ambil total penjualan Honda pada 2024 tetap sanggup sebanyak 94.742 unit secara wholesales dan retail 103.023 unit. Lalu 2025 penjualan grosir pabrikan turun 40,4 persen dan retail turun 30,9 persen.
Di level global, Honda juga menghadapi tekanan bisnis. Isu pelemahan penjualan di pasar China, Korea Selatan, dan beberapa negara Eropa turut memberi gambaran tantangan industri otomotif secara menyeluruh.
Presiden Direktur PT Honda Prospect Motor (HPM), Masanao Kataoka, secara terbuka mengakui bahwa perusahaan saat ini berada dalam fase transisi. Perubahan pasar nan terjadi memaksa perusahaan untuk menyesuaikan langkah, termasuk mempertajam konsentrasi upaya dan memperkuat fondasi jangka panjang.
“Seiring saya memulai kepemimpinan ini, Honda Indonesia tengah memasuki fase transisi nan penting. Kami memandang bahwa pasar telah berubah, dan kami memahami bahwa kami juga perlu menyesuaikan langkah ke depan," ujarnya dalam pernyataan resmi kepada kumparan.
Pernyataan ini sekaligus menjawab konteks terhadap sejumlah dinamika nan belakangan muncul, termasuk rumor penutupan diler nan sempat memunculkan beragam persepsi. Namun Honda menegaskan kejadian tersebut merupakan strategi nan telah diperhitungkan.
Jika dilihat lebih dalam, langkah tersebut bukan sekadar pengurangan jaringan, melainkan bagian dari penataan ulang dan menggeser konsentrasi ke wilayah dengan potensi pertumbuhan nan lebih besar. Bila ekspansi dikaitkan dengan banyaknya titik jaringan, sekarang Honda lebih menekankan efektivitas dan kualitas layanan.
“Sebagai upaya nan telah mapan di Indonesia, Honda saat ini lebih berfokus pada penguatan kualitas dan efektivitas jaringan diler,” jelas Kataoka.
Wholesales Honda Januari-April 2026 (15.893 unit)
Januari: 4.016 unit
Februari: 5.385 unit
Maret: 4.129 unit
April: 2.363 unit.
Retail Honda Januari-April 2026 (16.516 unit)
Januari 4.233 unit
Februari: 4.688 unit
Maret: 4.080 unit
April: 3.515 unit.
Data Gaikindo
Wholesales Honda Januari-April 2025 (25.336 unit)
Retail Honda Januari-April 2025 (29.215 unit)
Wholesales nasional Januari-April 2026 (289.787 unit)
Retail nasional Januari-April 2026 (287.581 unit).
46 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·