Penjualan Denza D9 Salip Alphard, Takhta Mobil Sultan di RI Berubah?

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta CNBC Indonesia - Pasar mobil mewah di Indonesia tengah mengalami pergeseran besar. Dominasi lama Toyota Alphard sebagai simbol kendaraan premium family sekarang mulai digoyang kuat oleh pendatang baru asal China, Denza D9.

Data pengedaran Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan, sepanjang Januari hingga Maret 2026, Denza D9 mencatatkan penjualan 1.117 unit. Angka ini jauh melampaui Alphard nan hanya terdistribusi 444 unit dalam periode nan sama.

Kesenjangan itu bukan kejadian sesaat. Sepanjang 2025, Denza D9 sudah lebih dulu menunjukkan dominasinya dengan penjualan 7.474 unit secara wholesales. Sementara Alphard hanya mencatatkan 2.397 unit, alias sekitar sepertiganya. Artinya, tren pergeseran minat konsumen kelas atas sudah berjalan sejak tahun lampau dan semakin menguat di awal 2026.

Masuknya Denza D9 menjadi titik kembali di segmen MPV premium nan selama bertahun-tahun praktis dikuasai pabrikan Jepang. Kini, peta persaingan berubah seiring meningkatnya minat terhadap kendaraan elektrifikasi, terutama di kalangan konsumen dengan daya beli tinggi.

Secara karakter, kedua model ini memang bermain di jalur berbeda. Alphard tetap mengandalkan mesin bensin dan hybrid, sementara Denza D9 sepenuhnya mengusung tenaga listrik berbasis baterai. Perbedaan pendekatan ini justru menjadi aspek kunci dalam perubahan preferensi pasar.

Dari sisi harga, Denza D9 jelas lebih kompetitif. Mobil listrik premium itu dipasarkan di kisaran Rp 950 juta. Sebaliknya, Alphard dibanderol mulai Rp 1,2 miliar untuk jenis bensin dan bisa menyentuh Rp 1,7 miliar untuk jenis hybrid. Selisih ratusan juta rupiah ini menjadi pertimbangan besar, apalagi bagi konsumen kelas atas.

Keunggulan Denza D9 tak berakhir di nilai beli. Biaya kepemilikan tahunan juga menjadi daya tarik signifikan. Mobil listrik ini praktis bebas Pajak Kendaraan Bermotor, sehingga pemilik hanya bayar Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas sekitar Rp 143 ribu per tahun. Sebaliknya, pemilik Alphard kudu merogoh kocek hingga sekitar Rp 20-25 juta per tahun untuk pajak.

Dengan kombinasi nilai lebih rendah, biaya operasional ringan, serta teknologi listrik nan semakin diterima pasar, Denza D9 sukses menawarkan nilai nan susah ditandingi oleh rival konvensionalnya.

Meski begitu, Alphard belum sepenuhnya kehilangan daya tarik. Citra sebagai simbol kemewahan dan kenyamanan tetap melekat kuat, terutama di kalangan loyalis merek Jepang. Namun, tekanan dari pemain baru seperti Denza menunjukkan bahwa aspek emosional sekarang mulai ditantang oleh kerasionalan konsumen.

Perubahan ini sekaligus menandai babak baru dalam industri otomotif nasional. Masuknya merek-merek China dengan strategi nilai kompetitif dan teknologi elektrifikasi bukan hanya menambah pilihan, tetapi juga menggeser standar lama di segmen premium.

Penjualan Januari-Maret 2026:

1. Toyota Alphard: 444 unit
2. Denza D9: 1.117 unit

Penjualan Sepanjang 2025:

1. Denza D9: 7.474 unit
2. Toyota Alphard: 2.397 unit

(hoi/hoi)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News