Jakarta, CNBC Indonesia - PT PLN (Persero) meminta permohonan maaf dan penjelasan kepada masyarakat mengenai gangguan kelistrikan nan terjadi di wilayah Sumatra sejak semalam pada pukul 18.44. Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, pihaknya langsung melaporkan kondisi ini kepada Kementerian ESDM.
"Kami atas nama PT PLN (Persero) mau menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat nan berada di Sumatra, terutama di Jambi, Sumatra Barat, Riau, Sumatra Utara dan Aceh lantaran adanya gangguan di sistem kelistrikan sejak tadi malam," ujarnya dalam konvensi pers secara virtual, Sabtu (23/5/2026).
Darmawan mengatakan, pihaknya mendapatkan pengarahan dari Kementerian ESDM agar terus melakukan beragam langkah untuk mengoreksi dan memperbaiki sistem kelistrikan Sumatra nan mengalami gangguan.
Ia menjelaskan, sebagai indikasi awal, ada ruas transmisi 275 kV antara Muara Bungo dan Sungai Rumbai di Jambi nan indikasi awalnya lantaran gangguan cuaca sehingga terjadi gangguan pada sistem transmisi tersebut. Sistem transmisi tersebut keluar dari sistem kelistrikan Sumatra.
"Dampaknya adalah adanya shock terhadap pembangkit-pembangkit kami," jelasnya.
Ia menjabarkan, ada sebagian wilayah di mana lantaran bebannya lenyap maka terjadi oversupply, gelombang sistem kelistrikan di wilayah tersebut naik dan tegangannya juga naik sehingga pembangkitnya langsung secara otomatis keluar dari sistem.
"Atau jika dalam istilahnya di publik adalah pembangkitnya secara otomatis padam," sebutnya.
Ia melanjutkan, ada juga daerah-daerah nan mengalami defisit lantaran pembangkitnya menjadi berkurang maka frekuensinya turun, voltasenya turun sehingga ini menjadi beban bagi pembangkit dan secara otomatis maka pembangkit di wilayah tersebut juga keluar lepas dari sistem ketenagalistrikan dan juga padam.
"Dan kami menyampaikan kondisi ini rupanya bertindak domino sehingga terjadi gangguan sistem ketenagalistrikan dari Jambi, Riau, Sumatra Utara sampai ke Aceh. Dan ini adalah gangguan kelistrikan nan cukup luas di wilayah Sumatra," tegasnya.
Ia mengaku, listrik adalah kebutuhan utama dari masyarakat baik untuk objek-objek vital, baik untuk rumah tangga, untuk aktivitas ekonomi.
"Untuk itu kami sekali lagi minta maaf nan sebesar-besarnya. Setelah kejadian ini kami langsung mengerahkan seluruh kekuatan tim kami," ucapnya.
Ia merincikan lebih jauh, PLN telah melakukan asesmen mengenai akibat kerusakan pada gardu induk dan juga sistem transmisi. Namun, dalam waktu sekitar 2 jam seluruh sistem gardu induk dan transmisi bisa dipulihkan.
"Dan ini kondisi nan sangat berbeda dalam musibah Sumatra Utara, Sumatra Barat, Aceh pada waktu itu di mana di saat itu ada kerusakan bentuk di mana transmisi tower rubuh dan transmisi terputus. Dan hari ini kami menyampaikan bahwa gardu induk dan sistem transmisi kami sudah pulih," ungkapnya.
Langkah selanjutnya, Ia menambahkan, PLN dapat menyalakan kembali pembangkit-pembangkit nan lantaran domino pengaruh semalam.
"Dan langkah-langkah ini pertama adalah menyalakan pembangkit, kemudian menyambungkan pembangkit tersebut kepada sistem transmisi kami melalui gardu induk dan ketiga adalah mensinkronisasi. Kami mengakui bahwa sistem kelistrikan terdiri dari beragam jenis pembangkit," lanjutnya.
Sebelumnya terpantau, pemadaman listrik terjadi di beragam wilayah di Sumatra. Laporan warga, pemadaman terjadi sejak sekitar pukul 7 malam, Jumat (22/5/2026). Pemulihan tidak terjadi serentak, melainkan bertahap. Pemadaman di sebagian wilayah berhujung pada Jumat malam sekitar pukul 9. Namun ada juga letak nan listriknya baru normal ada Sabtu awal hari (23/5/2026).
(dce)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·