
Mensesneg Prasetyo Hadi (Foto: Binti M/Okezone)
JAKARTA - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi buka bunyi mengenai jasa kesehatan mengenai master terbang hingga ambulans terbang nan disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat Sidang Tahunan DPR/MPR pada Jumat 14 Agustus 2026 kemarin. Mulanya, Pras mengungkapkan, di awal pemerintahan, Presiden Prabowo mendapati realita bahwa Indonesia kekurangan dokter.
“Jadi hasil cek kesehatan gratis, salah satu datanya nan tertinggi, penyakit alias masalah kesehatan nan dihadapi rakyat kita adalah salah satunya master gigi. Nah, problemnya adalah pekerjaan dokter, apalagi jika bicaranya master ahli alias master gigi, itu bukanlah pekerjaan nan mudah untuk dicapai alias diraih lantaran memerlukan individu-individu nan betul-betul mempunyai keahlian di atas rata-rata. Nah, itu jika kita bicara dari sisi jumlah kekurangan,” kata Pras, Sabtu (15/8/2026).
Ia menjelaskan, pemerintah terus mencari terobosan untuk mengatasi persoalan kekurangan dokter. Di sisi lain, pemerintah secara paralel meningkatkan jumlah master baru sesuai kebutuhan masyarakat.
“Nah, kemudian jika kita bicara lantas gimana langkah mengatasinya, kan? Maka kan ada beberapa hal, satu sumber daya calon dokternya, nan kedua lembaga pendidikan untuk mendidik dokternya. Karena menjadi master itu tidak mudah ya, sampai bisa praktik itu rata-rata dibutuhkan enam sampai tujuh tahun,” ujarnya.
“Nah, itu nan menjadi pekerjaan rumah kita, maka kemudian kita berupaya keras untuk mencari terobosan-terobosan alias cara-cara gimana bisa mengatasi kesulitan rakyat sembari secara paralel proses-proses kita melahirkan dokter-dokter baru sesuai dengan nan kita butuhkan dapat terpenuhi gitu. Dari 10.000 Puskesmas nan kita miliki, Menteri Kesehatan melaporkan, contoh saja, ini master gigi, itu hanya tersedia di kurang lebih 40 persennya. Jadi 60 persen alias kurang lebih 6.000 Puskesmas kita itu tidak alias belum mempunyai master gigi,” sambung Pras.
Sementara itu, Pras menjelaskan, konsep master terbang sama seperti master keliling. Hal itu lantaran begitu luasnya wilayah Indonesia, namun jasa kesehatan tetap belum menjangkau semua wilayah.
“Kira-kira konsepnya sebenarnya mirip dengan nan master keliling alias mobile dentist car tadi. Nah, kenapa kemudian muncul juga buahpikiran mengenai master terbang, istilah terbang itu lantaran dalam beberapa kali kesempatan kita berkeliling ke seluruh wilayah di Indonesia memang negara kita sangat luas ya, jangkauan fasilitasnya belum merata,” ungkapnya.
6 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·