Jakarta, CNBC Indonesia - Pengusaha mengungkapkan jumlah libur di Indonesia menjadi nan paling banyak di ASEAN, membikin produktivitas juga lebih rendah dari negara ASEAN lainnya.
Ketua Komite Regulasi Ketenagakerjaan dan Hubungan Kelembagaan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Myra Maria Hanartiani mengatakan waktu kerja di Indonesia menjadi nan terpendek kedua di ASEAN, ialah sebanyak 40 jam per minggu. Sedangkan jumlah libur Indonesia mencapai 27 hari.
"Ternyata jika kita lihat waktu kerja kita, kami ambil sumbernya dari ILO (International Labour Organization), waktu kerja kita itu nomor dua nan terpendek di ASEAN. Kemudian juga hari libur kita rupanya nan paling banyak di ASEAN," kata Myra dalam paparannya saat rapat dengar pendapat (RDP) berbareng Komisi IX DPR RI, mengenai Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan, Selasa (14/4/2026).
Hal ini membikin produktivitas Indonesia lebih rendah dari beberapa negara di ASEAN, lantaran jam kerja dinilai tetap pendek.
"Sementara kita selalu mengatakan bahwa produktivitas-produktivitas dikeluhkan, tapi rupanya jika kita lihat hari libur dan hari jam kerjanya, memang rupanya kurang mendukung dengan upaya agar kita produktif," jelasnya.
Ia pun meminta agar kebijakan libur dikaji kembali, agar produktivitas pekerja Indonesia bisa meningkat.
"Sehingga kami mengusulkan lebih lanjut ada peninjauan kembali mengenai waktu kerja. Kami berpikir bahwa, minta maaf kadang-kadang kan kita suka tiba-tiba ada libur berbareng di tengah-tengah. Jadi kita mengharapkan kelak ada hari kerjanya itu ada ditentukan setiap tahun dan kemudian waktu kerjanya mungkin perlu ditingkatkan," katanya.
(dce)
[Gambas:Video CNBC]
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·