Rohman Wibowo
, Jurnalis-Jum'at, 03 April 2026 |13:48 WIB

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) merespons imbauan penerapan kerja dari rumah (work from home/WFH). (Foto: Okezone.com/Freepik)
JAKARTA – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) merespons imbauan penerapan kerja dari rumah (work from home/WFH) sebagai upaya penghematan bahan bakar minyak (BBM) di tengah bentrok di Timur Tengah. Pengusaha menilai kebijakan tersebut perlu mempertimbangkan produktivitas serta keahlian produksi agar tetap seimbang dengan permintaan dan menjaga kelancaran rantai pasok.
"Kami memang sedang mempertimbangkan untuk melaksanakan WFH. nan lebih penting, WFH ini bisa memberikan sense of crisis kepada seluruh personil Apindo, bahwa kita kudu bersiap menghadapi kelangkaan energi. Namun, di sisi lain kami juga kudu tetap mempertahankan produktivitas agar tidak menurun," kata Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo, Bob Azam, Jumat (3/4/2026).
Bob mengatakan, daya produksi kudu tetap dijaga meski sejumlah perusahaan menerapkan kebijakan WFH. Hal ini krusial untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan.
Menurutnya, tekanan ekonomi bakal dirasakan masyarakat andaikan bumi upaya mengalami kesulitan produksi akibat penerapan WFH.
"Jika kelangkaan daya diikuti dengan kelangkaan barang, perihal itu dapat memicu inflasi nan memperburuk kondisi ekonomi. Karena itu, penyelenggaraan WFH kudu dilakukan secara hati-hati. Kami tetap kudu menghasilkan peralatan dan jasa nan dibutuhkan masyarakat," ujar Bob.
Ia juga mengingatkan bahwa sektor industri nan berangkaian langsung dengan produksi peralatan dan jasa bakal menghadapi hambatan dalam menerapkan WFH. Oleh lantaran itu, kebijakan ini perlu diterapkan secara selektif.
15 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·