Penghimpunan Dana di Pasar Modal Tembus Rp113,13 Triliun hingga Juli 2026

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Rohman Wibowo , Jurnalis-Senin, 03 Agustus 2026 |18:03 WIB

Penghimpunan Dana di Pasar Modal Tembus Rp113,13 Triliun hingga Juli 2026

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai prospek dan minat penghimpunan biaya alias fundraising oleh korporasi di pasar modal Indonesia tetap positif. (Foto: Okezone.com/Arif Julianto)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai prospek dan minat penghimpunan biaya alias fundraising oleh korporasi di pasar modal Indonesia tetap positif hingga akhir Juli 2026. Kinerja ini didorong oleh kuatnya publikasi instrumen surat utang serta pemulihan pergerakan nilai saham dan reksa biaya domestik.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menekankan bahwa capaian tersebut menegaskan peran vital pasar finansial sebagai sumber pembiayaan jangka panjang bagi pertumbuhan bumi usaha.

"Saya dapat sampaikan bahwa per 31 Juli 2026, nilai penghimpunan biaya di pasar modal mencapai Rp113,13 triliun secara year-to-date. Ini menunjukkan terjaganya minat fundraising di pasar modal Indonesia, terutama melalui publikasi Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk (EBUS) senilai Rp98,27 triliun," kata Friderica dalam bertemu pers agenda Koordinasi Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di instansi LPS, Jakarta, Senin (3/8/2026).

Prospek fundraising nan dinilai solid tersebut, kata dia, didorong oleh pemulihan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta ketahanan industri pengelolaan investasi.

Setelah sempat mengalami tekanan pada triwulan sebelumnya akibat gejolak global, pergerakan parameter pasar modal nasional berbalik menuju area positif.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com