Perumahan Harmoni Primavera.(Dok.Istimewa)
PT Bangun Trikarya Cemerlang selaku developer perumahan Harmoni Primavera di Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menegaskan legalitas Sertipikat Hak Guna Bangunan (HGB) proyek tersebut dapat diverifikasi melalui lembaga pemerintah terkait.
Manager PT Bangun Trikarya Cemerlang Yosua Rachmat mengatakan, seluruh proses pengembangan Harmoni Primavera dilakukan berasas arsip resmi serta mengikuti ketentuan manajemen dan norma nan berlaku.
Menurut dia, proses koordinasi dan verifikasi administratif dilakukan melalui jalur kelembagaan berbareng lembaga nan mempunyai kewenangan. Ia juga menyatakan status HGB untuk pengembangan Harmoni Primavera telah jelas.
“Terbuktikan dari kerja sama perbankan pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) nan telah terjalin selama ini. Seperti diketahui, dalam melakukan kerja sama dengan developer, pihak perbankan sudah memastikan legalitas dan semua perizinan clear and clean. Hal ini sesuai dengan prinsip kehati-hatian perbankan,” ujar Yosua, Jumat (18/9).
Yosua mengatakan, calon konsumen juga dapat melakukan pengecekan secara berdikari untuk memastikan legalitas sertipikat dan perizinan proyek. Pengecekan dapat dilakukan melalui kanal resmi pemerintah maupun dengan mendatangi langsung instansi ATR/BPN dan Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor sesuai prosedur.
“Kepastian legalitas Sertipikat HGB Harmoni Primavera sebenarnya dapat dengan mudah diverifikasi melalui situs resmi alias datang langsung ke ATR/BPN dan Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor sesuai prosedur nan berlaku,” katanya.
Ia menambahkan, developer membuka akses info bagi calon konsumen nan mau memperoleh keterangan mengenai proyek melalui jalur resmi. Konsumen juga disarankan melakukan pemeriksaan terhadap arsip dan proses manajemen sebelum melakukan transaksi.
Menurut Yosua, pembelian rumah merupakan keputusan jangka panjang sehingga konsumen perlu mempertimbangkan sejumlah aspek, termasuk keahlian finansial, lokasi, kondisi rumah, serta legalitas dan arsip kepemilikan.
“Kami selalu menyarankan calon konsumen melakukan survei langsung ke lokasi, mendapatkan info dari kanal resmi developer serta memahami seluruh tahapan pembelian sebelum melakukan transaksi,” ujarnya.
Konsumen juga dapat meminta penjelasan mengenai arsip dan proses manajemen nan berangkaian dengan unit rumah nan bakal dibeli. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan info nan diperoleh selama proses pemasaran sesuai dengan arsip dan ketentuan nan berlaku.
Yosua menilai keterbukaan info menjadi bagian krusial dalam membangun kepercayaan konsumen di sektor properti. Menurut dia, rumah tidak hanya merupakan produk nan dibeli untuk jangka pendek, tetapi juga aset dan tempat tinggal dalam jangka panjang.
“Pada akhirnya, keputusan membeli rumah tetap berada di tangan konsumen. Namun, semakin komplit info nan diperoleh dan semakin teliti proses pemeriksaan dilakukan, semakin baik pula dasar nan dimiliki masyarakat sebelum menentukan pilihan,” pungkasnya. (E-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·