
Pemerintah meluncurkan e-learning dan aplikasi pelaporan finansial untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) . (Foto: Okezone.com/BGN)
JAKARTA - Pemerintah meluncurkan e-learning dan aplikasi pelaporan finansial untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai upaya memperkuat akuntabilitas Program Makan Bergizi Gratis. Langkah ini bermaksud memastikan pengelolaan anggaran Rp85 triliun untuk sekitar 60 juta penerima faedah dilakukan secara transparan dan bertanggung jawab.
Melalui platform pembelajaran digital, para pengelola SPPG dapat mempelajari penyusunan laporan finansial kapan saja dan di mana saja. Sementara aplikasi pelaporan terbaru dirancang untuk mempercepat proses laporan, memastikan info lebih akurat, dan meningkatkan kesiapan menghadapi audit, sehingga program pemenuhan gizi anak-anak Indonesia dapat terlaksana dengan baik dan berkelanjutan.
Kepala Badan Gizi Nasional menegaskan bahwa besarnya anggaran tersebut merupakan petunjuk nan kudu dikelola secara bertanggung jawab.
“Dana ini adalah duit rakyat. Di setiap rupiahnya tertitip angan agar anak-anak bangsa tumbuh sehat, cerdas, dan unggul. Oleh lantaran itu, prinsip good governance bukan lagi sebuah pilihan, melainkan tanggungjawab mutlak,” ujarnya, Kamis (12/3/2026).
Dalam pelaksanaannya, pengelolaan finansial program merujuk pada Keputusan Kepala Badan Gizi Nasional Nomor 63 Tahun 2025 nan mewajibkan setiap SPPG menyusun laporan pertanggungjawaban secara kredibel. Laporan tersebut mencakup laporan harian, mingguan, hingga bulanan sebagai corak transparansi penggunaan anggaran negara. Namun demikian, pemerintah menyadari bahwa penyusunan laporan finansial di lapangan mempunyai beragam tantangan, terutama dengan jumlah SPPG nan tersebar hingga ke beragam wilayah di Indonesia.
Karena itu, Badan Gizi Nasional bekerja-sama dengan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) serta Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan untuk menghadirkan solusi melalui platform pembelajaran digital. Melalui platform Kemenkeu Learning Center (KLC), para pengelola SPPG sekarang dapat mengakses program e-learning penyusunan laporan finansial secara fleksibel, kapan saja dan di mana saja.
Selain peluncuran e-learning, pemerintah juga memperkenalkan Aplikasi Pelaporan Keuangan SPPG Versi 04 nan telah disempurnakan untuk mendukung proses pelaporan nan lebih efektif dan akuntabel. Aplikasi tersebut dirancang untuk memastikan beberapa perihal penting, antara lain:
Penyusunan laporan finansial menjadi lebih cepat
Data finansial lebih jeli dan transparan
Meningkatkan kesiapan SPPG dalam menghadapi pemeriksaan audit dari Inspektorat Utama, BPKP, maupun BPK
Peluncuran sistem pembelajaran dan aplikasi ini sejalan dengan tema kegiatan, ialah “Gizi Terpenuhi, Akuntabilitas Teruji: Strategi Penguatan Tata Kelola Keuangan SPPG.” Melalui momentum ini, pemerintah mendorong seluruh personel SPPG untuk meningkatkan kompetensi dalam pengelolaan dan pelaporan keuangan.
Kepala Badan Gizi Nasional menekankan agar akomodasi ini dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh. Laporan finansial bukan sekadar tanggungjawab administratif, tetapi juga tameng untuk menjaga integritas dan memastikan keberlanjutan gizi anak-anak Indonesia.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·