Kegiatan kunjungan pabrik Reporter Cilik Media Indonesia ke PT Dirgantara Indonesia, Bandung, Senin (24/8).(MI/Permana)
PADA Senin (24/8), saya menjadi Reporter Cilik (Repcil) Media Indonesia. Saat pagi di lokasi, saya memandang banyak bangku tersusun dan banyak sekali orang. Awalnya saya malu, tetapi saat duduk, saya berjumpa banyak kawan dan kakak-kakak nan baik.
Aku sangat senang lantaran diberi sarapan nan enak.
Saat aktivitas dimulai, kakak-kakaknya mulai memperkenalkan diri. Aku dan teman-temanku bermain gim. Aku kalah, sih, tetapi tidak apa-apa.
Setelah bermain gim, saya dan teman-teman pergi ke ruang Mock-up. Aku memandang beragam pesawat nan keren.
Setelah itu, saya pergi ke hanggar. Aku memandang gimana pesawat dibuat. Di sana ada kakak-kakak nan mengerti tentang pesawat. Namanya Kak Haris dan Kak Ihato.
Ternyata, pesawat besar dibuat selama sekitar empat bulan, sedangkan pesawat mini dibuat selama sekitar tiga hingga empat bulan. Aku juga baru tahu bahwa bahan bakar pesawat berada di bagian sayap.
Pak Haris memberi tahu bahwa salah satu tokoh krusial dalam sejarah PT Dirgantara Indonesia adalah B.J. Habibie.
Setelah itu, saya kembali ke Auditorium B.J. Habibie. Aku dan teman-teman makan siang. Aku makan siang berbareng papaku. Setelah itu, saya dan teman-teman diberi waktu untuk beristirahat.
Kemudian, saya berjumpa dengan Ibu Dhias dan Bapak Dena. Sebagian teman-temanku mewawancarai Ibu Dhias dan Bapak Dena. Setelah mereka menjawab pertanyaan, saya mencatat jawabannya.
Ibu Dhias dan Bapak Dena sangat baik.
Menurutku, hari ini sangat seru! Aku senang bisa menjadi Reporter Cilik dan mendapatkan banyak pengalaman baru tentang pesawat. (B-3)

English (US) ·
Indonesian (ID) ·