Penerbangan di Bandara Kualanamu Normal setelah Erupsi Gunung Sinabung

Sedang Trending 51 menit yang lalu
Penerbangan di Bandara Kualanamu Normal setelah Erupsi Gunung Sinabung Pemantauan abu vulkanik menggunakan paper test di Bandar Udara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.( ANTARA/HO-Kemenhub)

KEMENTERIAN Perhubungan (Kemenhub) memastikan operasional penerbangan di Bandara Internasional Kualanamu, Sumatra Utara berjalan normal setelah erupsi Gunung Sinabung di Provinsi Sumatera Utara. Menurut Kemenhub tak ada debu vulkanik di airport tersebut.

"Operasional penerbangan di Bandar Udara Internasional Kualanamu melangkah normal," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa, Jumat (4/9).

Berdasarkan pemantauan dengan kertas uji, terang dia, tidak terdeteksi adanya abu vulkanik di Bandara Internasional Kualanamu. Pemantauan dilakukan Rabu (2/9).

"Pemantauan abu vulkanik menggunakan paper test dilaksanakan di Bandar Udara Internasional Kualanamu pada pukul 08.00 hingga 16.00 WIB," kata Lukman.

Meskipun demikian, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub tetap melakukan pemantauan dan koordinasi terhadap perkembangan aktivitas Gunung Sinabung. 

Pemantauan itu mengenai potensi akibat sebaran abu vulkanik terhadap operasional penerbangan.

Lukman menjelaskan, berasas SIGMET (Significant Meteorological Information) nan berasal dari Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin, beberapa hari lalu, aktivitas erupsi Gunung Sinabung dengan sebaran awan abu vulkanik nan teramati hingga ketinggian 14.000 kaki. 

"Bergerak ke arah barat daya dengan kecepatan sekitar lima knot, dengan intensitas nan diprakirakan tetap alias tidak mengalami perubahan signifikan," kata Lukman.

Oleh lantaran itu, perihal tersebut menjadi perhatian untuk keselamatan penerbangan. Khususnya adanya kemungkinan perubahan arah dan kecepatan angin nan dapat memengaruhi pola pergerakan abu vulkanik serta berpotensi berakibat terhadap jalur penerbangan

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terus memperoleh info perkembangan aktivitas gunung berapi antara lain dari VAAC Darwin dan Forecaster Stasiun Meteorologi nan menjadi bahan koordinasi dan pengambilan langkah mitigasi berbareng penyelenggara bandara, maskapai penerbangan, serta pemangku kepentingan terkait.

Berdasarkan hasil pemantauan, pada tanggal 1 September 2026 terdeteksi adanya abu vulkanik tipis pada area parkir pesawat di Bandara Internasional Kualanamu.

Sebagai langkah antisipasi, operasional penerbangan di Bandara Internasional Kualanamu sempat dilakukan penutupan pada hari Selasa, 1 September 2026 berasas NOTAM A3250/26. Operasional bandar udara kembali dibuka berasas NOTAM A3254/26 dan NOTAM A3251/26, dengan tetap memperhatikan hasil pemeriksaan kondisi aerodrome dan perkembangan info abu vulkanik. (Ant/H-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia