Archosauria purba laut nan sangat akuatik dengan pengawetan jaringan lunak memperlihatkan struktur organ internal. Pengawetan saluran pencernaan pada IVPP V18579. (A) Di bawah sinar normal; (B) interpretasi; skala bar, 1 cm.(Science Advances)
SELAMA ini, kisah perjalanan arkosaurus, golongan reptil besar nan mencakup buaya dan dinosaurus, dianggap sebagai sejarah kekuasaan kehidupan darat. Namun, penemuan fosil baru di Tiongkok selatan sekarang mengubah pandangan para intelektual tersebut.
Spesies baru berjulukan Austronaga minuta nan hidup sekitar 245 juta tahun lampau terbukti menghabiskan hidupnya di dalam air. Fosil ini ditemukan dalam kondisi nyaris utuh pada dua lempengan batuan, komplit dengan bingkisan langka: sebagian besar sistem pencernaannya ikut terfosilkan. Penemuan ini menjadi rekor preservasi organ dalam tertua nan pernah ditemukan pada golongan reptil.
Austronaga merupakan reptil mini berukuran panjang sekitar 60 sentimeter dengan leher dan ekor nan panjang. Dr. Wei Wang nan memimpin penelitian di Institute of Vertebrate Paleontology and Paleoanthropology (IVPP) Beijing menyatakan temuan ini memberikan wawasan baru mengenai penyesuaian awal mereka ke lautan.
Dr. Stephan Spiekman dari State Museum of Natural History Stuttgart, Jerman, menyuarakan kekagumannya atas keahlian penyesuaian spesimen ini.
"Arkosaurus dan nenek moyang mereka adalah golongan reptil paling beragam di darat selama era dinosaurus, tetapi kita selalu mengira penyesuaian mereka terhadap kehidupan di laut sangat terbatas," ujar Dr. Stephan Spiekman.
"Namun, penemuan Austronaga menunjukkan perwakilan awal dari garis keturunan ini telah mengembangkan penyesuaian kompleks terhadap kehidupan di samudra, sebanding dengan golongan reptil laut fosil lain nan lebih dikenal," tambahnya.
Seluruh struktur rangka Austronaga menunjukkan keahlian berenang nan tangguh. Ekornya terdiri dari 71 tulang, sementara personil tubuh depannya berukuran panjang menyerupai dayung. Sebaliknya, kaki belakangnya mini dan pinggulnya terhubung ke tulang belakang, menandakan hewan ini tidak bisa menopang berat badannya di darat. Posisi lubang hidungnya juga terletak agak ke belakang dari ujung moncong untuk memudahkannya bernapas di permukaan air.
Di antara tulang rusuknya, para peneliti menemukan bercak gelap nan terbukti merupakan saluran pencernaan nan memfosil. Menggunakan sinar ultraviolet dan mikroskop elektron, mereka mendeteksi organ hati nan tetap berwarna merah serta mengandung jejak hemoglobin, diikuti oleh usus lembut dan usus besar.
"Dibandingkan dengan corak tubuh Austronaga nan sangat terspesialisasi, organ dalamnya tampaknya kurang mengalami perubahan," ungkap Dr. Wang.
"Di belakang ini terdapat tabung panjang dan sederhana nan membentuk usus lembut dan usus besar. Susunan secara keseluruhan menunjukkan sistem pencernaan Austronaga relatif sederhana secara struktur," lanjutnya. Ia menekankan bahwa ini adalah contoh sistem pencernaan utuh tertua nan pernah ditemukan pada reptil.
Dr. Nick Fraser dari National Museums Scotland menambahkan struktur lambung tunggal pada Austronaga berbeda dari burung dan buaya modern nan mempunyai dua bagian lambung.
"Sementara burung dan buaya hari ini mempunyai lambung dua bagian, Austronaga hanya mempunyai satu ruang lambung. Ini menunjukkan lambung arkosaurus pada awalnya cukup sederhana dan baru berkembang kemudian dalam proses evolusi," jelas Dr. Fraser.
"Sangat menarik juga bahwa Austronaga mempunyai saluran pencernaan nan cukup pendek dan tidak rumit, sangat mirip dengan reptil pemakan ikan saat ini," tambah Fraser.
Pemeriksaan pada lambung juga mengungkap sisa-sisa makanan terakhirnya nan berupa sisik ikan kecil. Gigi berbentuk kerucut dengan taring tajam menegaskan statusnya sebagai pemangsa ikan. Penelitian nan diterbitkan dalam jurnal Science Advances ini membuktikan bahwa peralihan arkosaurus ke kehidupan laut terjadi jauh lebih awal dari perkiraan para intelektual sebelumnya. (Earth/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·