TIM dari Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada(MI/agus utantoro)
TIM dari Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada telah menyelesaikan penelitian mengenai munculnya api misterius di rumah nan dihuni Agusyani di Kasuran, Seyegan, Sleman dalam beberapa hari terakhir ini.
Ketua Tim PKPE Prof. Ir. Alva Edy Tontowi, Sabtu di Gedung Eric UGM menjelaskan tim nan terdiri dari 18 master dari beragam bagian pengetahuan teknik ini melakukan penelitiannya dengan konsentrasi identifikasi kemungkinan kejadian alam penyebab terjadinya api secara self ignition alias autoignition alias spontaneous ignition sesuai dengan bagian keilmuan masing-masing.
"Tim melakukan pengukuran medan elektronagnetik untuk mencari kemungkinan medan elektromagnetik nan berpotensi menjadi pemantik nyala api," katanya.
Hasilnya, lanjutnya menunjukkan bahwa medan magnetik dan medan listrik berada pada level normal.
Sedangkan pemetaan bawah permukaan dengan menggunakan teknologi georadar dab geolistrik, jelasnya juga tidak menemukan bukti kuat bahwa api muncul secara alami dan dapat menyala lantaran pemantik elektromagnetik maupun menyala sendiri sesuai dengan norma self ignition.
Bahkan, menurut Prof. Alva, tim juga telah melakukan pemantauan menggunakan wahana drone nan dilengkapi dengan sensor thermal infrared nan dilakukan pada dinihari di letak munculnya api dan sekelilingnya dalam radius 200 meter.
"Tidak menunjukkan adanya anomali termal," katanya.
Dari hasil penelitian ini, jelasnya, disimpulkan bahwa medan elektromagnetik terukur pada level aman. Hal ini berfaedah bukan pemantik nyala api. Sumber api, ujarnya, bukan dari rembesan gas alam dari bawah permukaan lantai.
Ia menyebut tidak ada anomali termal dan tidak ditemukan gas nan dapat menyala sendiri secara alami pada suhu kamar.
Dengan simpulan ini, jelasnya, Tim PKPE Fakultas Teknik UGM menyatakan bahwa penelitian kejadian api dinyatakan selesai dan selanjutnya hasil penelitian ini bakal diserahkan kepada BPBD Sleman. (AU)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·