Ravie Wardani
, Jurnalis-Sabtu, 02 Mei 2026 |14:20 WIB

Biawak dan berang-berang predator alami ikan sapu-sapu. (Foto: Freepik)
JAKARTA – Populasi ikan sapu-sapu di Sungai Ciliwung kian tak terkendali. Namun, peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengingatkan agar pemerintah tidak sembarangan memasukkan jenis asing sebagai musuh alami.
Peneliti BRIN, Triyanto, menjelaskan bahwa langkah terbaik mengendalikan populasi ikan invasif ini dengan mengembalikan ekosistem original sungai, termasuk menjaga keberadaan predator alami. Hewan-hewan tersebut di antaranya adalah biawak dan berang-berang.

"Memasukkan musuh alaminya nan bukan dari Indonesia malah kelak nambah hewan baru. Justru nan krusial adalah gimana kita memperbaiki kondisi kualitas air," kata Triyanto dalam sebuah obrolan di kantornya pada Kamis 30 April 2026.
1. Pengaruhi Kualitas Air
Menurut Triyanto, kualitas air nan baik bakal memicu ikan lokal dan predator alami kembali berkembang biak.
"Ikan lokal tumbuh, berlangsunglah predasi alami. Jadi ada kelak ikan baung, ikan gabus bisa hidup. Di Ciliwung itu dulu ada labi-labi nan besar, sekarang sudah tidak ditemukan," jelas Triyanto.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·