Pendalaman Pasar Modal Nggak Optimal, Purbaya: Mungkin Gali Pakai Cangkul yang Salah

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Jakarta -

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan upaya memperdalam pasar modal tidak kunjung tercapai di Indonesia. Upaya pendalaman pasar nampak belum optimal.

Padahal, Purbaya mengaku telah mendengar upaya memperdalam pasar modal sejak tahun 2000-an. Namun hingga saat ini, pendalaman pasar modal tak kunjung tercapai.

"Saya sudah dengar istilah pendalaman pasar modal sejak tahun 2000, sampai sekarang nggak dalam-dalam. Mungkin kita pakai pacul nan salah, digali nggak dalam-dalam tuh," ungkap Purbaya dalam aktivitas Peresmian Program Investasi Terencana dan Berkala (Pintar) Reksa Dana di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (27/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pendalaman pasar modal sendiri adalah upaya untuk memperluas dan memperkuat struktur pasar modal. Hal ini bisa dilakukan dengan langkah meningkatkan jumlah investor, meningkatkan instrumen investasi, dan membikin pasar lebih likuid.

Tujuan pendalaman pasar modal adalah untuk meningkatkan likuiditas, transaparansi perdagangan saham, dan diversifikasi instrumen untuk menarik penanammodal dari dalam maupun luar negeri untuk berinvestasi. Pada ujungnya, bisa berkontribusi pada ketahanan ekonomi nasional.

Di sisi lain, Purbaya juga menegaskan pemerintah sendiri berupaya memperkuat pondasi ekonomi untuk mendorong pertumbuhan pasar modal. Dia menyebut pemerintah tengah merancang pertumbuhan ekonomi nan lebih cepat.

"Tapi nan jelas, dari pemerintah kita siapkanpondasi ekonomi nan baik. Membaik terus dari waktu ke waktu," imbuh Purbaya.

Sebagai informasi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang tahun ini terkoreksi 16,89%. IHSG diketahui turun dari level tertingginya pada awal tahun 2026 di level 9.134,700, kemudian turun drastis pada posisi 7.184,44 saat ini.

Purbaya sendiri sebelumnya pernah mengaku optimis IHSG tetap bisa mencetak rekor barunya di level 10.000 di tahun ini. Menurutnya, perihal tersebut dapat terjadi mengingat ekonomi Indonesia mempunyai esensial nan baik.

"Bisa lah, ini kan tetap gonjang-ganjing. Kalau ekonominya fundamentalnya bagus, kelak naik cepat," ujar Purbaya di Gedung BPKP Kemenkeu, Jakarta Selatan, Jumat (24/4/2026).

Purbaya mengatakan saat ini konsentrasi pemerintah adalah menjaga perekonomian Indonesia dalam kondisi nan baik. Dengan begitu, otomatis IHSG juga bakal naik.

(hal/hal)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance