Seorang personil Palang Merah Sudan Selatan melangkah di reruntuhan pesawat Cessna 208 Caravan nan dioperasikan oleh CityLink Aviation, nan kehilangan komunikasi dan jatuh saat terbang dari Yei ke Bandara Internasional Juba, di Juba, Sudan Selatan, Senin (27/4/2026). Insiden jatuhnya pesawat berukuran mini itu menewaskan seluruh penumpang nan berjumlah 14 orang. (REUTERS/Samir Bol)
Pesawat lepas landas pukul 09.15 waktu setempat dan kehilangan kontak pukul 09.43, membawa 13 penumpang dan satu pilot. Korban tewas termasuk dua penduduk negara Kenya dan 12 penduduk negara Sudan Selatan, kata otoritas penerbangan sipil dikutip dari Reuters. (REUTERS/Samir Bol)
Laporan awal menunjukkan pesawat mungkin jatuh dalam cuaca buruk, terutama jarak pandang nan rendah. Upaya pengamanan melangkah lambat dan sulit, menurut Palang Merah Sudan Selatan. (REUTERS/Samir Bol)
“Ini tidak mudah,” kata Joseph Lukak Charles, kepala bagian Palang Merah Sudan Selatan di Juba, menggambarkan operasi nan berjalan berjam-jam untuk mencapai letak kecelakaan. Ia mengatakan tim kudu mendaki bukit menuju reruntuhan dan tetap menyelesaikan upaya pemulihan hingga sore hari. (REUTERS/Samir Bol)
Charles mengatakan jenazah-jenazah tersebut gosong terbakar hingga susah dikenali, dan pengaturan sedang dilakukan dengan pihak berkuasa untuk mengangkut jenazah ke bilik mayit Rumah Sakit Pendidikan Juba. (REUTERS/Samir Bol)
“Saat ini kami sedang berkoordinasi dengan pihak berkuasa untuk memandang gimana jenazah-jenazah ini dapat diangkut,” katanya. (REUTERS/Samir Bol)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·