Seorang pengemudi becak listrik melintas di depan SPBU di Havana, Kuba, Selasa (12/5/2026), saat pemerintah mengumumkan penyesuaian nilai bahan bakar mulai 15 Mei guna mencerminkan biaya riil impor bensin dan solar di tengah blokade bahan bakar Amerika Serikat nan tetap berlangsung. Kebijakan tersebut disampaikan Kementerian Keuangan dan Harga Kuba sebagai langkah menyesuaikan biaya daya impor. (REUTERS/Norlys Perez)
Kebijakan itu diumumkan setelah pasokan bahan bakar di SPBU milik negara nyaris menghilang selama dua pekan terakhir. (REUTERS/Norlys Perez)
Kelangkaan tersebut terjadi di tengah blokade bahan bakar Amerika Serikat terhadap Kuba nan disebut telah menekan pasokan daya dan memicu penjatahan ketat di negara itu. (REUTERS/Norlys Perez)
Pemerintah Kuba menyebut tetap terdapat beberapa jalur impor bahan bakar meski menghadapi blokade. Namun, nilai impor dinilai tidak stabil lantaran dipengaruhi beragam faktor. (REUTERS/Norlys Perez)
Seorang laki-laki mengendarai skuter listrik di jalanan Havana menjelang pengumuman nilai bahan bakar baru oleh pemerintah Kuba. Otoritas setempat menyebut biaya daya dipengaruhi beragam faktor, mulai dari pemasok, ongkos pengiriman, rute distribusi, asuransi, tingkat risiko, hingga perubahan nilai di pasar internasional. (REUTERS/Norlys Perez)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·