Penampakan India Dihantam Gelombang Panas, Pasien Dehidrasi Melonjak

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
Orang-orang berenang di kolam renang umum pada hari musim panas nan terik di New Delhi, India, 25 Mei 2026. (REUTERS/Adnan Abidi)

Sejumlah anak berenang di kolam renang umum untuk meredakan panas terik di New Delhi, India. Suhu di ibu kota dilaporkan mencapai 45 derajat Celsius sejak Senin, memicu gelombang panas ekstrem nan melanda sebagian besar wilayah utara negara itu. Badan meteorologi India memperkirakan kondisi cuaca panas tersebut bakal berjalan hingga Rabu (27/5/2026). (REUTERS/Adnan Abidi)

Seorang laki-laki melindungi putranya dari gelombang panas saat dia berdiri di tepi sungai Yamuna pada hari musim panas nan terik di New Delhi, India, 25 Mei 2026.

Banyak penduduk mengalami dehidrasi, diare, hingga muntah akibat cuaca ekstrem tersebut. Seorang ayah mengaku anaknya jatuh sakit lantaran tidak bisa menahan suhu panas tinggi. Ia mengatakan anaknya mengalami diare dan muntah setiap kali makan. (REUTERS/Adnan Abidi)

Seorang laki-laki menebar jaring ikan ke perairan sungai Yamuna pada hari musim panas nan terik di New Delhi, India, 25 Mei 2026.

India sebelumnya mencatat lebih dari 7.000 kasus dugaan serangan panas dan 14 kematian sepanjang Maret hingga Juni 2025. (REUTERS/Adnan Abidi)

Anak-anak laki-laki bersiap untuk melompat di kolam renang umum pada hari musim panas nan terik di New Delhi, India, 25 Mei 2026.

Departemen Meteorologi India menetapkan gelombang panas terjadi ketika suhu maksimum mencapai sedikitnya 40 derajat Celcius di wilayah dataran dan 30 derajat Celcius di wilayah pegunungan. (REUTERS/Adnan Abidi)

Orang-orang mandi di perairan sungai Yamuna pada hari musim panas nan terik di New Delhi, India, 25 Mei 2026.

Di tengah kondisi tersebut, sejumlah organisasi nirlaba dan sukarelawan mendirikan pos support dengan membagikan makanan serta air minum cuma-cuma kepada warga. Bantuan itu diberikan untuk membantu masyarakat memperkuat menghadapi cuaca panas nan semakin parah. (REUTERS/Adnan Abidi)

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News