, BANDARLAMPUNG, – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung memastikan bakal memberikan kemudahan perizinan dan menciptakan suasana investasi nan kondusif untuk menarik lebih banyak investasi masuk ke wilayah tersebut. Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan komitmen ini sebagai upaya mengoptimalkan potensi komoditas unggulan wilayah melalui hilirisasi industri.
"Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen memberikan kemudahan perizinan dan menciptakan suasana investasi nan kondusif bagi para pelaku upaya di Lampung," ujar Rahmat Mirzani Djausal dalam keterangannya di Bandarlampung, Senin.
Gubernur menjelaskan, langkah strategis ini diambil lantaran beragam komoditas unggulan Provinsi Lampung telah sukses menarik minat investasi di bagian industri pengolahan. Pemprov Lampung menargetkan daerahnya dapat menjadi pusat industri pengolahan pangan dan komoditas berbasis sumber daya alam di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).
Potensi Besar Sektor Pertanian
"Provinsi Lampung tumbuh dari sektor pertanian. Kita mempunyai potensi besar mulai dari padi, jagung, singkong, nanas, pisang, kopi, tebu hingga beragam komoditas perkebunan lainnya," katanya. Ia menekankan bahwa potensi ini kudu terus ditingkatkan melalui hilirisasi agar memberikan nilai tambah nan lebih besar bagi masyarakat, sehingga memerlukan suasana investasi nan baik.
Rahmat menambahkan, Lampung mempunyai fondasi ekonomi nan kuat lantaran ditopang sektor pertanian nan telah menjadi penggerak utama perekonomian daerah. "Bahkan realisasi investasi di Lampung menunjukkan tren positif," ucapnya.
Pada 2025, nilai investasi nan masuk ke Lampung mencapai sekitar Rp15 triliun dan ditargetkan meningkat menjadi Rp20 triliun pada tahun ini. Sejumlah investasi baru di sektor daya dan industri pengolahan juga mulai masuk ke Provinsi Lampung.
Namun, Gubernur mengingatkan bahwa peningkatan produktivitas sektor pertanian kudu diimbangi dengan pertumbuhan industri hilir. Hal ini krusial agar tidak menimbulkan kelebihan pasokan nan dapat menekan nilai komoditas pertanian.
Apindo Mitra Strategis Pemerintah
Oleh lantaran itu, dia membujuk Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Lampung untuk terus menjadi mitra pemerintah dalam menangkap kesempatan investasi sekaligus memperkuat hilirisasi produk-produk unggulan daerah. "Apindo merupakan mitra krusial pemerintah dalam mendorong peningkatan investasi, hilirisasi industri, dan pertumbuhan ekonomi nan lebih inklusif di Provinsi Lampung," ujarnya.
"Ketika produktivitas meningkat tetapi hilirisasi tidak berkembang, nilai bakal jatuh. Oleh lantaran itu kesempatan investasi kudu kita tangkap berbareng agar pertumbuhan ekonomi Lampung semakin kuat dan berkelanjutan," tambah Rahmat.
Menurut dia, arah pembangunan ekonomi nasional saat ini mulai bergeser menuju pendekatan bottom up economy nan menempatkan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi. Melalui kebijakan peningkatan nilai komoditas pertanian, program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta penguatan ekonomi desa, pemerintah berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari tingkat bawah.
"Kalau ekonomi desa tumbuh, daya beli masyarakat meningkat, konsumsi naik, dan pada akhirnya bakal menciptakan pasar nan lebih besar bagi bumi upaya dan investasi masuk ke daerah," pungkasnya.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·