Pemprov Jawa Barat Upayakan Penambahan Masa Pakai TPA Sarimukti

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Pemprov Jawa Barat Upayakan Penambahan Masa Pakai TPA Sarimukti Sejumlah truk tengah membuang sampah di TPA Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat.(MI/NAVIANDRI)

PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat memperpanjang penggunaan TPA Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat. Lokasi tersebut menjadi pembuangan akhir sampah nan berasal dari area Bandung Raya.

Kepala UPTD Pengelolaan Sampah TPA/TPST Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat Arief Perdana menjelaskan, pihaknya tetap menunggu rampungnya pembangunan TPPAS Legok Nangka di Kabupaten Bandungnyang ditargetkan selesai pada 2029 mendatang. Sambil menunggu tempat tersebut beroperasi, pihaknya bakal bekerja sama dengan pihak ketiga untuk memperpanjang usia operasional area 5 ekspansi TPA Sarimukti.

Kerja sama diperlukan untuk penataan sehingga bisa memperpanjang masa pakai area 5 ekspansi TPA Sarimukti hingga TPPAS Legok Nangka selesai dibangun.

"Jadi nan pertama kita coba untuk mengoptimalkan area 5. Jadi selain ditutup tanah, juga kita coba ditata dengan menggunakan perangkat berat nan disewa, kemudian kita coba kerjasamakan dengan pihak ketiga, mengenai dengan landfill mining," katanya, Kamis (3/9).

Ia menjelaskan, proses tersebut tetap dalam persiapan. Menurut rencana ekspansi di Sarimukti ini bakal dimulai pada 2027 alias disesuailan dengan kondisi dan sisa daya tampung nan tersedia.

"Kami harapkan 2027 ini bisa kita mulai. Jadi seiringlah antara penuhnya area 5 dengan upaya landfill mining ini kita coba upayakan juga," tambah Arief.

Disinggung mengenai kondisi daya tampung area 5 ekspansi TPA Sarimukti, menurutnya, secara bentuk kapabilitas area 5 ekspansi sudah penuh dengan perkiraan sisa daya tampung sekitar 50-60%.

"Kalau dilihat dari nomor masuk itu tetap mencapai sekitar 50-60%, jika dibandingkan dengan kapasitas. Hanya secara bentuk di lapangan kelihatannya sudah mau penuh," paparnya.

Oleh lantaran itu, penataan dan optimasi sangat diperlukan.

"Kita sekarang bakal merancang mengenai dengan optimasi area 5, apakah perlu tanggul tambahan alias enggak, ini kita tetap coba kaji secara geoteknik dan geolistrik. Jadi kelak kita bakal coba upayakan minimal sampai 2027 ini tetap bisa kita gunakan sebelum tadi kerjasama-kerjasama dengan pihak ketiga," tandasnya.

Penataan pun dilakukan terhadap area 1-4 nan sudah tidak aktif lantaran penuh. "Seluruh area tersebut nantinya bakal dikerjasamakan dengan pihak ketiga untuk dimanfaatkan, mulai dari pemanfaatan gas, RDF dan lain sebagainya," tandas Arief.

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia