Pemprov Jateng Lindungi Petani Lewat Program JTAB Petani Gajian

Sedang Trending 4 hari yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) melalui PT Jawa Tengah Agro Berdikari (JTAB) menggulirkan program JTAB Petani Gajian guna melindungi kesejahteraan petani, serta menjaga stabilitas panen dan nilai komoditas.

Lewat program ini, PT JTAB bakal memberikan modal kepada petani dengan kompensasi hasil panen nan dijual seluruhnya kepada PT JTAB.

Harga jualnya pun dipastikan sesuai dengan standar pemerintah. Nantinya, hasil penjualan dipotong untuk modal produksi dan penghasilan selama masa tanam nan diberikan oleh PT JTAB. Jika kemudian ada sisa hasil penjualannya, maka bakal dikembalikan kepada petani.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi menilai, konsep dan penyelenggaraan Program JTAB Petani Gajian secara konsep dan penyelenggaraan sudah bagus.

Dalam audiensi dengan Direktur Utama PT JTAB, Totok Agus Siswanto, Luthfi menyampaikan minta agar program ini dapat diperluas, khususnya lantaran Jateng mempunyai sekitar 1,5 juta hektare lahan pertanian.

"Ini bagus. Harus diperluas. JTAB koordinasi lagi dengan Dinas Pertanian dan Peternakan nan punya datanya, kabupaten mana nan bisa di-cover program ini. Kalau bisa tercover semua maka bakal kondusif lantaran ada kepastian untuk petani," kata Luthfi di Semarang, Kamis (17/9).

Direktur Utama PT JTAB, Totok Agus Siswanto, mengatakan bahwa per September 2026, sudah ada sekitar 80 petani dengan luas lahan sekitar 200-an hektare nan mengikuti program JTAB Petani Gajian.

Petani nan terlibat tidak hanya mereka nan mempunyai lahan, tetapi juga petani penggarap. Meliputi komoditas padi, bawang merah, dan jagung. Petani tersebut berada di Kabupaten Sukoharjo, Sragen, Klaten, Semarang, dan wilayah lain di Jawa Tengah.

"Melalui Program JTAB Petani Gajian ini, kita memberikan kepastian hasil kepada kepada petani, support modal, pengaturan komoditas nan ditanam, lampau kami kasih penghasilan (gaji) sesuai UMK per hektare, dan kemudian kami sebagai off taker (pembeli) hasil panen," kata Totok.

Terkait permodalan dan penghasilan petani, PT JTAB pun menggandeng PT BPR BKK, serta Jamkrida untuk angsuran petani dan Jasindo untuk asuransi kandas panen. JTAB menargetkan sekitar seribuan petani bakal terakomodir melalui program tersebut.

"Harapan kami dengan adanya kejelasan dan masa depan nan bagus, kelak bakal membikin petani-petani muda kita mau terjun ke sawah. Dari awal kita sudah ada kesepakatan nilai beli hasil panen," tuturnya.

Manfaat Program JTAB Petani Gajian pun diakui oleh para petani. Salah satunya, Ruswanto dari Kabupaten Sukoharjo. Menurutnya, melalui program itu sekarang dia tak kesulitan mencari modal lantaran sudah dibantu sejak awal pengolahan lahan, penanaman, pemupukan, sampai panen.

"Penjualan padi juga sudah ditampung oleh PT JTAB. Saya dukung dan semoga bisa diperluas dan ditambah jaringannya," pungkas Ruswanto.

(rea/rir)

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional