Ilustrasi(Dok Istimewa)
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menyambut kehadiran Sekolah Dian Harapan (SDH) Depok sebagai bagian dari ekosistem pendidikan kota sekaligus membuka ruang kerjasama antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam mempersiapkan generasi nan unggul, berkarakter, dan bisa menghadapi perubahan zaman.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Grand Launching Sekolah Dian Harapan Depok di Depok Town Square, Sabtu (8/8/2026), nan menjadi kelanjutan dari soft launching sebelumnya sekaligus menandai kesiapan SDH Depok bertumbuh berbareng masyarakat menuju tahun aliran 2027/2028.
Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah mengatakan kehadiran SDH Depok diharapkan tidak semata menambah pilihan sekolah bagi masyarakat, tetapi turut memperkuat ekosistem pendidikan di Kota Depok.
Menurutnya, pendidikan mempunyai peran krusial dalam mempersiapkan generasi masa depan. Oleh lantaran itu, dibutuhkan keterlibatan banyak pihak agar sekolah tidak melangkah sebagai lembaga nan berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari upaya berbareng meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Menyiapkan masa depan anak-anak bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama,” kata Chandra.
Pemerintah Kota Depok juga mengapresiasi semangat pendidikan SDH Depok melalui tema “Nurturing Minds, Transforming Lives”, nan memandang pendidikan bukan hanya sebagai proses membangun kepintaran dan pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter serta mentransformasi kehidupan.
Chandra berambisi SDH Depok dapat ikut melahirkan generasi dengan pengetahuan nan baik, karakter kuat, serta nilai-nilai kehidupan nan menjadi bekal menghadapi masa depan. Untuk mencapai tujuan tersebut, kerjasama pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat menjadi bagian krusial dari proses pendidikan.
Pemerintah Kota Depok juga berambisi kehadiran SDH Depok dapat memberikan kontribusi nyata terhadap kemajuan pendidikan wilayah dan mendukung visi “Bersama Depok Maju”, sekaligus ikut mempersiapkan generasi penerus menuju Indonesia Emas 2045.
Pandangan tersebut sejalan dengan visi pendidikan nan disampaikan Presiden Pelita Harapan Group Dr. Stephanie Riady. Menurut Stephanie, Grand Launching SDH Depok bukan sekadar seremoni pembukaan sekolah, melainkan peneguhan komitmen untuk menghadirkan sebuah rumah pembelajaran nan tumbuh berbareng masyarakat Depok.
“Setiap sekolah lahir lantaran sebuah alasan. Ada nan lahir lantaran kebutuhan, ada nan lahir lantaran peluang. Namun saya berambisi SDH Depok dikenal sebagai sekolah nan lahir lantaran sebuah panggilan, ialah panggilan untuk membentuk manusia,” ujar Stephanie.
Menurut Stephanie, ada kualitas-kualitas mendasar nan tidak dapat diserahkan sepenuhnya kepada teknologi, seperti kebijaksanaan, integritas, empati, karakter, serta keahlian menentukan gimana pengetahuan digunakan secara bertanggung jawab.
Maka dari itu, ukuran keberhasilan pendidikan tidak semestinya berakhir pada nilai akademik alias universitas nan menerima seorang lulusan. Pertanyaan nan lebih mendasar adalah manusia seperti apa nan tumbuh dari sebuah proses pendidikan dan gimana pengetahuan nan dimilikinya kelak memberi faedah bagi orang lain.
“Pendidikan tidak hanya bekerja membikin anak menjadi pintar. Pendidikan kudu membantu anak menjadi pribadi nan bisa menggunakan pengetahuannya dengan benar, mempunyai hati nan peduli, dan keberanian untuk melakukan apa nan benar,” katanya.
Selama lebih dari 30 tahun, Sekolah Dian Harapan mengembangkan pendekatan pendidikan nan mengintegrasikan kelebihan akademik, ketaatan kepada Tuhan, dan pembentukan karakter. Pendekatan tersebut menjadi fondasi nan dibawa ke SDH Depok.
Stephanie menekankan sekolah pada akhirnya bukan semata-mata gedung, ruang kelas, alias fasilitas. Kualitas pendidikan juga lahir dari relasi nan dibangun di dalam organisasi sekolah, terutama hubungan antara pembimbing dan murid, sekolah dan keluarga, serta proses pembentukan nilai dan ketaatan setiap anak.
Baginya, perspektif tersebut menjadi krusial lantaran setiap anak datang dengan keunikan, talenta, dan potensi nan berbeda. Pendidikan lantaran itu bukan proses menyeragamkan anak, melainkan membantu mereka mengenali kemampuan, membangun karakter, serta menemukan gimana keahlian tersebut dapat digunakan secara bermakna.
Pemilihan Depok sebagai letak pengembangan SDH juga mempunyai makna individual bagi Stephanie. Ia memandang Depok bukan hanya sebagai kota penyangga Jakarta, tetapi sebagai kota nan terus bertumbuh dengan keluarga-keluarga nan mempunyai aspirasi besar terhadap masa depan pendidikan anak-anak mereka.
“Setiap memandang Depok dan datang ke kota ini, ada emosi unik dan panggilan untuk turut berkontribusi. Kota ini menyimpan potensi sebagai kota nan terus bertumbuh, dipenuhi keluarga-keluarga nan mempunyai angan besar bagi masa depan anak-anak mereka,” ujar Stephanie.
Dari situlah, menurut dia, hubungan sekolah dan ekosistem kota semestinya dibangun. Sekolah tidak cukup datang sebagai penyedia jasa pendidikan, tetapi perlu menjadi mitra family dan bagian aktif dari masyarakat tempat sekolah tersebut tumbuh.
Pendekatan itu menemukan titik jumpa dengan arah Pemerintah Kota Depok nan mendorong keterlibatan pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat. Dengan model tersebut, investasi pendidikan tidak hanya menghasilkan ruang belajar baru, tetapi juga memperbesar kapabilitas sebuah kota dalam membangun kualitas manusianya.
Grand Launching SDH Depok menjadi awal dari perjalanan nan lebih panjang. Setelah soft launching memperkenalkan kehadirannya kepada masyarakat, tahap berikutnya adalah membangun organisasi pendidikan nan bisa menerjemahkan fasilitas, kurikulum, kualitas guru, keterlibatan keluarga, dan nilai-nilai pendidikan menjadi pengalaman belajar nan berarti bagi setiap anak.
Stephanie juga memberikan perhatian unik kepada pembimbing dan orang tua sebagai dua unsur krusial dalam perjalanan tersebut. Ia menyebut pekerjaan pembimbing sebagai sebuah panggilan lantaran kata-kata, perhatian, dan keteladanan seorang pendidik dapat membentuk kehidupan seorang anak jauh melampaui ruang kelas.
Sementara kepada orang tua, dia menegaskan bahwa kepercayaan untuk mendampingi pertumbuhan seorang anak merupakan amanah besar nan kudu dijaga sekolah dengan penuh tanggung jawab.
“Harapan saya sederhana. Bertahun-tahun dari sekarang, ketika orang mengenang SDH Depok, mereka tidak hanya mengingat gedungnya alias fasilitasnya. Mereka mengingat guru-guru nan menginspirasi, persahabatan nan membentuk mereka, dan nilai-nilai nan menjadi pegangan sepanjang hidup,” katanya.
Bagi Stephanie, tujuan akhirnya apalagi melampaui kesiapan menghadapi perubahan. Pendidikan kudu memampukan generasi muda ikut menentukan seperti apa masa depan itu dibangun.
“Mari kita bersama-sama membangun generasi nan tidak hanya siap menghadapi masa depan, tetapi juga siap memberi makna bagi masa depan,” kata Stephanie.
Grand Launching berjalan dalam suasana hangat dan penuh hubungan antara family sekolah dan pemangku kepentingan pendidikan di Depok. Jajaran Pemerintah Kota Depok, termasuk unsur Dinas Pendidikan Kota Depok dan Kecamatan Beji, datang berbareng ketua Pelita Harapan Group, para pendidik, orang tua, dan family besar SDH.(H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·