Pemkot Bandung Siapkan Pengolahan Sampah 300 Ton per Hari di TPSOS Gedebage

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Pemkot Bandung Siapkan Pengolahan Sampah 300 Ton per Hari di TPSOS Gedebage Mendiktisaintek, Brian Yuliarto saat mengunjungi letak TPSOS Gedebage.(Dok.Diskominfo Kota Bandung)

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyiapkan pengembangan fasilitas pengolahan sampah berkapasitas 300 ton per hari di Tempat Pengolahan Sampah Organik dan Sirkular (TPSOS) Gedebage. Pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan teknologi baru pengolahan sampah sekaligus mengurangi beban pengelolaan sampah di Kota Bandung.

Ini mengemuka saat Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mendampingi Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto dan Chief Technology Officer (CTO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Sigit Puji Santosa ke letak TPSOS Gedebage pada Minggu (16/8). Dalam kunjungan tersebut, rombongan melakukan survei kondisi letak sekaligus membahas rencana pengembangan akomodasi nan diproyeksikan menjadi salah satu proyek strategis dalam pengelolaan sampah.

Menurut Farhan, pengembangan akomodasi tersebut kudu tetap memperhatikan keberlangsungan masyarakat nan selama ini bekerja dan menggantungkan penghasilan dari aktivitas pengelolaan sampah di lokasi. Ia berharap, masyarakat nan selama ini bekerja di TPSOS Gedebage tidak boleh terpinggirkan akibat perubahan sistem dan teknologi pengolahan sampah.

"Saya bakal perjuangkan tidak boleh ada nan terpinggirkan. Kalau Pak Menteri tadi sesungguhnya semuanya bakal dipekerjakan. Kalau buat saya bukan sekadar dipekerjakan, tapi dipekerjakan jadi pegawai. Pemerintah perlu mengetahui secara terbuka kondisi penghasilan para pekerja selama ini," tegasnya.

Farhan menyebut, info tersebut krusial untuk menghitung skema penggantian alias kompensasi andaikan terdapat perubahan terhadap pola kerja dan sumber pendapatan masyarakat. Ia juga meminta para pekerja, pengelola, komunitas, camat, lurah, hingga unsur kewilayahan terbuka dalam menyampaikan kondisi sebenarnya di lapangan.

"Kita sama-sama terbuka. Dengan demikian kita bisa menghitung kelak kegantiannya di mana. Karena bagaimanapun juga ini sudah mulai masalah nafkah," jelasnya.

Farhan menargetkan proses pembangunan akomodasi pengolahan sampah tersebut dapat dipercepat sehingga mulai beraksi pada Desember mendatang. Dan secara bangunan bakal dikebut. Desember kudu operasional. Selain persoalan sosial, pengembangan akomodasi juga perlu didukung kepastian model upaya dan kelembagaan.

"Pemkot Bandung bakal diwakili Badan Layanan Umum (BLU) dalam pengelolaan aspek bisnis, sementara kerja sama dengan Danantara bakal dituangkan melalui nota kesepahaman (MoU) dan dilanjutkan dengan perjanjian kerja sama.
Rencananya, penandatanganan MoU kerja sama bakal dilakukan dalam waktu dekat," ungkapnya.

Farhan menjabarkan, teknologi pengolahan sampah nan bakal dikembangkan diarahkan menghasilkan material padat, termasuk konsep pengolahan Refuse Derived Fuel (RDF) nan dipadatkan. Teknologi tersebut tetap bakal dibuktikan secara langsung melalui penerapan di lapangan.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung Darto menyatakan, pengembangan akomodasi di Gedebage merupakan tindak lanjut komunikasi sebelumnya antara Wali Kota Bandung dengan Kemendiktisaintek serta Danantara. Lokasi tersebut telah ditetapkan sebagai kandidat utama untuk penerapan teknologi baru pengolahan sampah dengan kapabilitas sekitar 300 ton per hari. Tadi sudah ditunjuk langsung, dicek langsung kondisi tanahnya dan seterusnya dan rasanya layak dilanjutkan.

"Nantinya teknologi nan bakal diterapkan tetap dalam tahap pembahasan lebih lanjut. Salah satu konsep nan dibicarakan adalah RDF nan dipadatkan sehingga menghasilkan material berbentuk briket.
Tahapan selanjutnya bakal mencakup penandatanganan MoU, Perjanjian Kerja Sama (PKS), serta penyusunan proses bisnis," tandasnya.

Pengembangan akomodasi berkapasitas 300 ton per hari tersebut, kata Darto diharapkan menjadi langkah krusial dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah Kota Bandung. Selain mengurangi beban sampah, Pemkot Bandung memastikan transformasi teknologi tetap memberikan faedah bagi masyarakat nan selama ini terlibat langsung dalam pengelolaan sampah di TPSOS Gedebage. (E-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia