Mulai Renggang, Trump Tak Mau Sering-Sering Bertemu Korea Selatan

Sedang Trending 37 menit yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menginstruksikan Kementerian Pertahanan (Pentagon) untuk mengurangi cakupan latihan militer campuran antara AS dan Korea Selatan secara signifikan. Trump menilai latihan tahunan tersebut tidak hanya menghabiskan anggaran besar, tetapi juga mengirimkan sinyal nan berbeda kepada Korea Utara.

Melansir Korea JoongAng Daily, pernyataan tersebut disampaikan Trump melalui akun Truth Social miliknya menjelang dilaksanakannya latihan tahunan Ulchi Freedom Shield pekan ini, sebuah agenda rutin nan kerap mendapat kecaman keras dari Pyongyang lantaran dianggap sebagai simulasi perang.

"Berdasarkan hubungan saya nan sangat baik dengan Kim Jong Un dari Korea Utara, saya tidak senang dengan kebenaran bahwa Amerika Serikat telah lama menyetujui partisipasi dalam Latihan Militer Gabungan berbareng Korea Selatan," tulis Trump.

Trump menyoroti beban finansial nan menurutnya sebagian besar ditanggung oleh AS. Selain masalah anggaran, dia juga menilai latihan tersebut kurang tepat dalam menjaga dinamika hubungan diplomatik nan telah dibangun.

"Latihan-latihan ini tidak hanya menyantap biaya besar, nan sebagian besar ditanggung oleh Amerika Serikat, tetapi juga mengirimkan sinyal nan sama sekali tidak layak dan berbeda kepada sebuah negara yang, selama masa kepresidenan Donald J. Trump, tidak menunjukkan ancaman dan justru bersikap penuh hormat," tambahnya.

Meski menilai agenda tersebut sudah terlambat untuk dibatalkan secara keseluruhan, Trump mengonfirmasi telah memberi pengarahan langsung kepada pejabat terkait.

"Mengingat sudah terlambat untuk membatalkannya, saya telah menginstruksikan Menteri Pertahanan Pete Hegseth untuk mengurangi secara signifikan cakupan Latihan Militer Gabungan tersebut!" ungkapnya.

Selain membahas agenda militer di Semenanjung Korea, Trump juga membeberkan bahwa dirinya sempat berkomunikasi dengan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung mengenai penanganan rumor nuklir Iran.

Trump menyatakan telah menanyakan kesediaan Seoul untuk berasosiasi dalam upaya denuklirisasi Iran, namun tawaran tersebut ditolak oleh pihak Korea Selatan.

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News