Pemko Pekanbaru Pastikan Harga Pangan Terpantau Stabil

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Pemko Pekanbaru Pastikan Harga Pangan Terpantau Stabil Ilustrasi(Dok Istimewa)

PEMERINTAH Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Tim Sapu bersih (Saber) nilai pangan Dinas Ketahanan Pangan melakukan monitoring terhadap kesiapan dan harga komoditas pangan strategis di Pasar pagi Arengka, Kota Pekanbaru.

Dari pantauan tim, diketahui nilai sejumlah komoditas pangan strategis di Kota Pekanbaru tetap relatif stabil. Begitu pun dengan stok dan ketersediaannya, sejauh ini tidak ada satu pun komoditas nan mengalami kelangkaan.

Bahkan, nilai beberapa komoditas mengalami penurunan signifikan dibandingkan sepekan lalu.

Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru, Adrizal, mengungkapkan, secara umum nilai komoditas pangan di Pekanbaru stabil.

Tidak ada lonjakan nilai nan signifikan. Bahkan, pada beberapa komoditas mengalami penurunan. Seperti pada nilai telur ayam dan daging ayam.

Dijelaskannya, untuk nilai telur ayam berada pada kisaran Rp44.000 hingga Rp48.000 per papan.

“Untuk grade A, alias berukuran besar, nilai per papan terpantau Rp48.000 per papan. Sementara untuk grade B seharga Rp46.000 serta grade C Rp44.000 per papan,” kata Adrizal, Kamis (11/6).

Hampir sama dengan telur, nilai ayam pangkas juga mengalami penurunan cukup jauh. Dari sebelumnya berkisar Rp29.000 per kilogram, saat ini turun menjadi Rp26.000 per kilogram.

“Bahkan, untuk nan berukuran jumbo diperkirakan bisa mencapai Rp25.000 per kilogram,” ujarnya.

Selain telur dan ayam, nilai cabe merah juga terpantau stabil, dan sedikit mengalami penurunan.

Apabila pada Idul Adha lampau cabe merah sempat menjangkau Rp60.000 per kilogram, saat ini berkisar Rp50.000 per kilogram. Sedangkan untuk cabe merah medan Rp40.000 hingga Rp45.000 per kilogram.

Satu-satunya nilai komoditas pangan nan mengalami lonjakan adalah nilai bawang putih nan melonjak tajam menjadi Rp39.000 hingga Rp40.000 per kilogram.

Sebelumnya, nilai bawang putih berada pada kisaran Rp30.000 hingga Rp35.000 per kilogram. “Mungkin lantaran aspek nilai tukar rupiah. Sebagaimana diketahui, untuk bawang putih, mayorintas kita tetap impor dari luar,” jelasnya.

Adapun untuk komoditas lainnya, seperti beras, gula dan minyak goreng tetap relatif stabil. “Harga beras tetap stabil. Pemerintah juga tetap menggelontorkan beras SPHP di pasar-pasar SP2HP,” ujarnya.

Selain itu, untuk minyak goreng kesiapan berlimpah. “Hanya saja, untuk MinyaKita, memang tadi dari gerai nan kita jadikan sampel tadi, stok nan tersedia hanya untuk MinyaKita ukuran 2 kilogram,” ujarnya.

Karena juga didampingi Bulog, dia menjelaskan, jika sebenarnya pasokan untuk MinyaKita 1 liter juga memadai. Hanya saja, mengingat permintaannya cukup tinggi, memang persediaannya di kios-kios tidak terlalu banyak untuk nan 1 liter.

Ia menegaskan, penyelenggaraan monitoring berbareng Tim Saber Harga Pangan nan terdiri dari jejeran Reskrimsus Polresta Pekanbaru, Kejari Pekanbaru, TNI, Disperindag, Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Pertanian ini ditujukan untuk memastikan seluruh komoditas pangan tercukupi di Kota Pekanbaru dan tidak ada nan mempermainkan nilai di tengah masyarakat.

“Kita juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk berbelanja seperlunya dan tidak terpengaruh oleh provokasi tentang lonjakan nilai sehingga melakukan panic buying. Tidak ada nan boleh bermain-main dengan nilai komoditas pangan, apalagi nan telah ditetapkan pemerintah untuk Harga Eceran Tertinggi-nya,” pungkasnya.(H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia