Antisipasi banjir rob, Pemkab Pekalongan alokasikan anggaran peninggian tanggul.(MI/Akhmad Safuan)
PEMERINTAH Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, segera melakukan langkah pengamanan darurat untuk mengatasi banjir air laut pasang (rob) nan telah merendam wilayah pesisir selama bertahun-tahun. Langkah strategis nan diambil meliputi peninggian tanggul sungai dan pembangunan sejumlah rumah pompa di titik-titik krusial.
Berdasarkan pemantauan pada Minggu (14/6), banjir rob di Kabupaten Pekalongan kian memprihatinkan. Setidaknya tiga kecamatan, ialah Tirto, Siwalan, dan Wonokerto, terendam nyaris setiap hari. Kondisi ini diperparah dengan datangnya air pasang sejak pagi hari nan menghalang aktivitas ekonomi dan mobilitas warga.
Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) DPU Taru Kabupaten Pekalongan, Pujo Pramudiarto, menyatakan bahwa pemerintah wilayah telah mengalokasikan anggaran unik untuk area prioritas. Di Kecamatan Tirto, peninggian tanggul bakal dilakukan dengan anggaran sekitar Rp700 juta, ditambah Rp150 juta untuk perbaikan pintu air di Desa Mulyorejo.
"Infrastruktur tersebut sangat krusial untuk mengatur aliran air dan meminimalkan masuknya air laut ke permukiman warga," ujar Pujo, Minggu (14/6).
Selain peninggian tanggul, Pemkab Pekalongan berencana membangun rumah pompa di Desa Depok dan Desa Karangjompo untuk memperkuat sistem pengendalian banjir di pesisir. Saat ini, proyek tersebut tengah memasuki tahapan manajemen dan segera diajukan ke Unit Layanan Pengadaan (ULP) untuk proses tender pada pekan depan.
Dampak banjir rob ini dirasakan langsung oleh masyarakat. Sahroni (50), penduduk Siwalan, mengeluhkan gangguan kesehatan akibat setiap hari kudu beraktivitas di air kotor. Sementara itu, Budiono (60), penduduk Tirto, menyebut rob telah melumpuhkan produksi perajin batik di wilayahnya.
Pemkab Pekalongan menargetkan seluruh program intervensi prasarana ini rampung pada tahun 2026. Diharapkan, pembangunan ini bisa mengurangi genangan secara signifikan, memperbaiki akses jalan, serta memulihkan roda ekonomi masyarakat pesisir nan selama ini terdampak. (Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·