Pemilu Perdana Bangsamoro Digelar, Filipina Beri Libur Nasional Khusus

Sedang Trending 3 jam yang lalu
Pemilu Perdana Bangsamoro Digelar, Filipina Beri Libur Nasional Khusus Pemilu perdana Bangsamoro.(Al Jazeera)

PEMERINTAH Filipina menetapkan Senin (14/9) sebagai hari libur unik di Daerah Otonom Bangsamoro di Mindanao Muslim (BARMM) guna mendukung penyelenggaraan pemilihan parlemen perdana di wilayah tersebut.

Keputusan itu diumumkan melalui Proklamasi Nomor 1395 nan ditandatangani Sekretaris Eksekutif Ralph Recto pada 18 Agustus atas kewenangan Presiden Ferdinand R. Marcos Jr. Kebijakan tersebut bermaksud memberikan kesempatan kepada seluruh penduduk Bangsamoro menggunakan kewenangan pilih mereka dalam pemungutan bunyi berhistoris itu.

"Malacanang telah menetapkan 14 September 2026 sebagai hari libur unik di Daerah Otonom Bangsamoro di Mindanao Muslim (BARMM) untuk memastikan partisipasi penuh penduduk dalam pemilihan parlemen perdana di wilayah tersebut," demikian bunyi proklamasi itu dilansir Philippine News Agency, Senin (14/9).

Dalam isi proklamasi disebutkan bahwa penetapan hari libur dinilai krusial agar masyarakat dapat berperan-serta secara maksimal dalam pemilu.

"Untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat Daerah Otonom Bangsamoro di Mindanao Muslim untuk berperan-serta secara aktif dan penuh dalam pemilihan dan menggunakan kewenangan pilih mereka, sudah sepatutnya dan layak untuk menetapkan hari Senin, 14 September 2026, sebagai hari libur unik (hari non-kerja)," tambah bunyi proklamasi tersebut.

Tonggak Baru Otonomi Bangsamoro

BARMM mencakup lima provinsi di wilayah barat daya Pulau Mindanao, pulau terbesar kedua di Filipina. Wilayah otonom ini resmi dibentuk pada 2019 sebagai bagian dari proses transisi dari pemerintahan sementara menuju pemerintahan otonom nan dipilih langsung oleh rakyat.

Dengan jumlah masyarakat sekitar 4,5 juta jiwa, Bangsamoro berasal dari campuran kata Melayu bangsa dan istilah Moro, julukan nan diberikan bangsa Spanyol kepada organisasi Muslim di Filipina.

Sekitar 2,4 juta pemilih diperkirakan mengikuti pemungutan bunyi untuk memilih 80 personil parlemen pertama BARMM. Parlemen tersebut bakal terdiri atas perwakilan daftar partai, wilayah pemilihan, serta bangku sektoral, dan nantinya bekerja memilih kepala menteri wilayah.

Bagi banyak pemilih muda nan baru pertama kali memberikan suara, pemilu ini menjadi simbol angan bagi masa depan Bangsamoro.

"Saya pikir pemilihan parlemen ini bakal membantu kita mencari pemimpin nan betul-betul berkomitmen," kata Nadah Edris, seorang pemimpin mahasiswa berumur 20 tahun di Kota Cotabato.

"Saya berambisi pemilu ini bakal memberi kita peluang. Pemilu ini adalah bukti bahwa kita sukses dan telah memperoleh apa nan kita perjuangkan, ialah perdamaian dan pembangunan," lanjutnya.

Akhir Perjalanan Panjang Konflik

Pemilihan parlemen perdana ini menjadi babak terbaru dari perjuangan panjang masyarakat Bangsamoro dalam memperjuangkan kewenangan menentukan nasib sendiri.

Gerakan modern Bangsamoro mulai menguat pada akhir 1960-an hingga awal 1970-an, ketika persoalan sengketa tanah, marginalisasi politik, dan perlakuan terhadap organisasi Muslim memicu lahirnya pemberontakan Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF).

Pada awalnya MNLF memperjuangkan kemerdekaan penuh. Namun, Perjanjian Tripoli tahun 1976 nan dimediasi Organisasi Kerja Sama Islam dan Libya mengarahkan proses menuju pemberian otonomi di dalam negara Filipina.

Perbedaan pandangan kemudian memicu lahirnya Front Pembebasan Islam Moro (MILF), nan selanjutnya menjadi golongan pemberontak utama di area tersebut.

Konflik nan berjalan selama beberapa dasawarsa melibatkan beragam faksi bersenjata nan terus berubah dan terpecah. Dampaknya diperkirakan menewaskan sekitar 150.000 orang serta memaksa sekitar satu juta penduduk mengungsi di dalam negeri.

Setelah melalui rangkaian perundingan panjang nan melibatkan Indonesia, Malaysia, serta sejumlah negara di Timur Tengah, proses perdamaian akhirnya melahirkan BARMM sebagai wilayah otonom nan sekarang memasuki era baru melalui pemilihan parlemen pertamanya. (I-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia