Pemilik Nottingham Forest Evangelos Marinakis(AFP/JUSTIN TALLIS)
PEMILIK Nottingham Forest, Evangelos Marinakis, resmi menempuh jalur norma dengan menggugat Crystal Palace ke Pengadilan Tinggi (High Court). Langkah ini diambil menyusul pembentangan spanduk kontroversial oleh pendukung Palace nan dinilai mencemarkan nama baik pengusaha asal Yunani tersebut.
Gugatan pencemaran nama baik tersebut diajukan oleh tim pengacara Marinakis pada Senin (10/8) waktu setempat, dengan menempatkan CPFC Limited sebagai salah satu dari dua pihak tergugat. Perselisihan ini berakar dari kejadian di Selhurst Park saat kedua tim bermain seri 1-1 di arena Liga Primer Inggris, Agustus tahun lalu.
Spanduk Provokatif dan Tuduhan Serius
Dalam pertandingan tersebut, sekelompok pendukung Crystal Palace membentangkan spanduk nan menggambarkan visual Marinakis sedang menodongkan pistol ke kepala gelandang Forest, Morgan Gibbs-White.
Selain visual nan provokatif, spanduk tersebut memuat tulisan sarkastis: "Mr Marinakis is not involved in blackmail, match-fixing, drug trafficking or corruption."
Marinakis secara konsisten membantah keras segala tuduhan mengenai pengaturan skor, perdagangan narkoba, alias korupsi nan dialamatkan kepadanya di masa lalu. Tindakan fans Palace tersebut dianggap telah melampaui pemisah kritik sepak bola dan masuk ke ranah tuduhan nan merugikan reputasi sang pemilik klub.
Sanksi FA dan Aturan Ketat
Sebelum gugatan ini muncul, Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) telah menjatuhkan dakwaan kepada Crystal Palace pada November 2025. Palace dianggap kandas memastikan pendukung mereka tidak berperilaku tidak pantas, ofensif, kasar, alias provokatif.
Meskipun FA tidak secara spesifik menyebut spanduk tersebut sebagai argumen tunggal dakwaan, otoritas sepak bola Inggris mempunyai patokan ketat mengenai pesan-pesan nan mengandung semboyan politik, ofensif, dan mencemarkan nama baik di dalam stadion.
Konteks Rivalitas dan Morgan Gibbs-White
Ketegangan antara kedua klub juga diperparah oleh situasi transfer Morgan Gibbs-White. Pemain internasional Inggris tersebut nyaris meninggalkan Forest musim panas lampau setelah Tottenham Hotspur dikabarkan memicu klausul pelepasan senilai Rp1,2 triliun (£60 juta).
Namun, Gibbs-White akhirnya memilih memperkuat dan menandatangani perjanjian baru di City Ground. Dalam sebuah wawancara berbareng Marinakis, dia menegaskan komitmennya untuk tetap memihak Forest, sebuah keputusan nan tampaknya menjadi sasaran hinaan fans Palace melalui spanduk tersebut.
Hubungan kedua klub juga sempat memanas di level administratif. Nottingham Forest, nan dimiliki Marinakis, mengambil alih posisi Crystal Palace di Liga Europa musim lalu. Hal ini terjadi setelah Palace terpaksa turun ke Liga Konferensi akibat pelanggaran patokan kepemilikan multiklub UEFA.
Hingga saat ini, pihak Crystal Palace belum memberikan pernyataan resmi mengenai gugatan norma nan diajukan di High Court tersebut. Kasus ini diprediksi bakal menjadi perhatian serius otoritas liga mengenai batas ekspresi suporter di tribun stadion. (bbc/Z-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·