Pemerintah Waspadai Dampak Elnino yang Sangat Kuat

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Pemerintah Waspadai Dampak Elnino nan Sangat Kuat Konferensi pers seusai rapat koordinasi penanganan karhutla nan dipimpin Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago di Kantor Kemenko Polkam, Senin (10/8)..(dok.istimewa)

MENTERI Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengantisipasi kebakaran rimba dan lahan (karhutla) pada tahun ini. Kewaspadaan tersebut menyusul laporan BMKG nan memprakirakan kejadian El Nino pada Agustus hingga Oktober sangat kuat.

Hal ini disampaikan Menhut Raja Antoni usai mengikuti rapat koordinasi penanganan karhutla berbareng Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago, Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, serta Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto. Rapat koordinasi tersebut digelar di Kantor Kemenko Polkam, Senin (10/8).

Rapat tersebut menjadi bagian dari penguatan kesiapsiagaan pemerintah menghadapi karhutla, khususnya pada periode Agustus-Oktober. Pemerintah mendorong seluruh unsur mengenai meningkatkan kewaspadaan dan langkah antisipasi akibat karhutla.

Menhut Raja Antoni mengatakan kondisi El Nino tahun ini perlu menjadi perhatian serius seluruh pihak. Menurutnya, kekuatan El Nino nan diperkirakan BMKG menyerupai kondisi pada 2015, ketika Indonesia mengalami karhutla dalam skala besar.

“Kita betul-betul kudu waspada soal Karhutla tahun ini. Laporan BMKG Agustus-Oktober adalah Elnino Sangat Kuat. Sering disebut Elnino Godzilla, meskipun ini bukan terminologi baku. Menurut BMKG kemungkinan Elnino sama kuatnya dengan Elnino 2015,” kata Menhut Raja Antoni.

Menhut Raja Antoni mengingatkan akibat karhutla pada 2015 nan tidak hanya menyebabkan kerusakan rimba dan lahan, tetapi juga mengganggu beragam aktivitas masyarakat. Saat itu, sekitar 2,6 juta hektare rimba dan lahan terbakar. Kondisi tersebut apalagi berakibat pada operasional bandara, aktivitas perdagangan, pusat perbelanjaan, sekolah, hingga jasa kesehatan.

“Seperti diketahui pada 2015, 2,6 juta hektar rimba dan lahan terbakar, airport tutup. Pasar, pusat perbelanjaan dan sekolah tutup. Rumah sakit penuh oleh masyarakat nan terserang ISPA,” ujarnya.

Oleh lantaran itu Menhut Raja Antoni mengimbau  agar semua pihak megantisipaai El Nino Godzilla agar tidak berakibat seperti tahun 2015. Menhut Raja Antoni juga mengingatkan masyarakat maupun korporasi agar tidak membuka lahan dengan langkah membakar. Dia menegaskan, setiap pelanggaran bakal ditindak melalui proses hukum.

Tidak hanya itu, Menhut Raja Antoni menekankan bahwa kebakaran dapat bermulai dari perihal sederhana seperti membuang puntung rokok sembarangan. Sehingga kewaspadaan perlu dilakukan bersama.

“Jangan membuka lahan dengan langkah membakar, baik masyarakat maupun korporasi. Sesederhana membuang puntung rokok saja bisa berakibat fatal. Karena itu, saya membujuk seluruh masyarakat dan pelaku upaya untuk sama-sama menjaga agar tidak terjadi kebakaran rimba dan lahan,” kata Raja Antoni. (Ant/P-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia