Pemerintah Ungkap Rencana Motor Bensin Hanya untuk Komoditas Ekspor

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Menperin Agus Gumiwang saat Indonesia-Rusia Business Matching. Foto: Dok. Kemenperin

Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menggagas izin baru untuk industri sepeda motor dalam negeri. Utamanya soal percepatan transisi ke teknologi nan lebih ramah lingkungan.

Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan izin anyar tersebut bermaksud memperkuat ekosistem industri kendaraan roda dua elektrik. Mulai dari skala produksi hingga pemasarannya.

"Pemerintah sekarang sedang menyiapkan izin nan diperlukan, paling tidak kita bisa mulai dulu dari motor listrik. Nanti produsen motor listrik nan sudah ada di Indonesia segera menyiapkan secukupnya produk motor listrik," buka Agus di Jakarta Pusat pekan ini.

Menariknya, agar motor listrik nan telah dibuat lokal dapat terserap pasar domestik lebih banyak, Agus bilang pemerintah bakal menerapkan kebijakan strategis. Salah satunya membikin produsen motor konvensional mengalihkan distribusinya ke luar negeri.

Seremoni ekspor kendaraan mobil dan motor Suzuki di pabrik Tambun, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (18/11/2025). Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

“Sementara motor-motor nan basisnya tetap konvensional itu tetap mereka bisa untuk memproduksi, kelak kita arahkan untuk produk-produk ekspor, ya. Khususnya di negara-negara mungkin Afrika maupun Middle East alias Amerika Selatan," terangnya,

Agus menambahkan penguatan kapabilitas untuk memproduksi motor-motor listrik sudah kudu dimulai. Sebab, pihaknya dikatakan telah menyusun peta jalan alias road map agar mobilitas dengan kendaraan roda dua berbasis listrik dapat segera terwujud.

"Bahwa seluruh motor listrik nan beredar di Indonesia, nan dipakai oleh konsumen itu semuanya berbasis listrik. China sudah berhasil, China sudah basisnya semua motor listrik,” tandas Agus.

Segmen penjualan sepeda motor memang tetap menjadi salah satu tulang punggung industri otomotif nasional. Bagaimana tidak, penerimaan masyarakat terhadap jenis kendaraan ini sejak lima tahun terakhir selalu alami peningkatan.

Motor listrik Maka Cavalry. Foto: Sena Pratama/kumparan

Data Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesia (AISI), pengedaran wholesales (dari pabrik ke diler) Maret 2026 mengalami penurunan 6,81 persen dibanding bulan sebelumnya. Selama Februari sukses mencatatkan nomor 581.277 unit, sementara Maret 541.684 unit.

Hasil tersebut mengulang capaian periode serupa pada 2025 nan menukik hingga 23,5 persen dari Februari 597.354 unit ke Maret nan hanya menjadi 448.974 unit. Namun secara Year-on-Year (YoY), perolehan selama Maret tahun ini lebih tinggi hingga 20,64 persen.

Selama tiga bulan awal 2026, personil AISI meliputi Honda, Yamaha, Suzuki, TVS, dan Kawasaki bisa mengemas jumlah pengiriman hingga 1.683.262 unit. Sedikit unggul 4,29 persen dibanding kuartal nan sama tahun lalu.

Meski sekarang asosiasi tak lagi merinci kategori sepeda motor nan tetap jadi favorit, namun segmen skutik tercatat tetap digemari. Laporan terakhir AISI, skutik berkontribusi sebesar 91,7 persen dari total penjualan sepanjang 2025.

Sisanya berasal dari sepeda motor kategori underbone sebesar 4,46 persen, kemudian untuk segmen motor sport sebesar 3,51 persen. Sementara kontribusi sepeda motor listrik tetap berada di bawah 1 persen.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan