Pemerintah Tahan Kenaikan HET MinyaKita, Tetap Rp 15.700 per Liter

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Petugas melakukan persiapan untuk pengiriman minyak goreng Minyakita nan telah dikemas dalam kontainer ke Indonesia bagian timur, di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (11/8/2022). Foto: Akbar Nugroho Gumay/ANTARA FOTO

Pemerintah memutuskan untuk mempertahankan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng rakyat, MinyaKita sebesar Rp 15.700 per liter. Sebelumnya pada awal Juni lalu, pemerintah sempat berencana untuk mengerek nilai patokan penjualan ini.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan saat ini alih-alih mengerek HET, pemerintah bakal berfokus pada pengedaran MinyaKita agar semakin mudah diakses masyarakat, khususnya melalui pasar-pasar rakyat.

Budi menyebut pemerintah bakal melibatkan badan upaya milik negara (BUMN) pangan, ialah Perum Bulog dan ID FOOD dalam penguatan pengedaran MinyaKita ini.

Harapannya, langkah ini bisa memperluas jangkauan pengedaran untuk menjaga kesiapan hingga nilai MinyaKita di beragam daerah.

“Sampai saat ini, tidak ada kenaikan HET MINYAKITA, tetap Rp 15.700 per liter. Kami saat ini bakal konsentrasi pada pengedaran MINYAKITA ke pasar-pasar rakyat melalui BUMN Pangan seperti Bulog dan ID FOOD. Kami harap, MINYAKITA bakal semakin banyak di pasar,” kata Budi dalam keterangannya, Kamis (18/6).

Budi memastikan pemerintah bakal bersinergi untuk memastikan kebutuhan minyak goreng dalam program support pangan agar dapat dipenuhi menggunakan produk minyak goreng merek lain.

instagram embed

“Kalau kemarin sebagian dipakai untuk support pangan, selanjutnya bakal menggunakan merek lain. Detailnya bakal dikoordinasikan lebih lanjut dengan produsen,” terangnya.

Untuk menjaga akses masyarakat terhadap minyak goreng murah, pemerintah mengimbau produsen memperkuat pasokan pengganti alias second brand untuk mendampingi MinyaKita. Dengan bertambahnya pilihan di pasaran, konsumen diharapkan dapat memperoleh minyak goreng sesuai kebutuhan tanpa terbebani nilai nan tinggi.

“Kami juga meminta para produsen untuk memproduksi lebih banyak minyak goreng second brand. Sekarang pun, sudah banyak di pasar rakyat ya, tidak hanya MinyaKita. Jadi sudah mudah untuk didapatkan,” jelasnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan