Pemerintah Siapkan Paket Stimulus Ekonomi Usai Harga Pertamax Naik

Sedang Trending 3 hari yang lalu
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menjawab pertanyaan wartawan usai mengikuti rapat di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (22/5/2026). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan pemerintah telah menyiapkan paket stimulus ekonomi untuk golongan masyarakat berpenghasilan rendah usai kenaikan nilai BBM nonsubsidi Pertamax. Langkah itu dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah penyesuaian nilai daya tersebut.

Airlangga mengungkapkan stimulus tersebut tetap tahap finalisasi. Ia menekankan pemerintah tetap mempertahankan nilai BBM bersubsidi, ialah Pertalite. Sehingga akibat kenaikan nilai daya terhadap masyarakat luas dapat diminimalkan.

“Ya pertama kan BBM nan kita pertahankan kan Pertalite dan B50. Terus kemudian kita siapkan (stimulus) nan untuk kelas menengah ke bawah, desil 4 ke bawah,” kata Airlangga kepada wartawan di Wisma Danantara, Senin (15/6).

Petugas melakukan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi jenis pertamax ke dalam tangki kendaraan di salah satu SPBU Kuta Padang, Johan Pahlawan, Aceh Barat, Aceh, Rabu (10/6/2026). Foto: Syifa Yulinnas/ANTARA FOTO

Pemerintah meningkatkan nilai Pertamax (RON 92) dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter sejak 10 Juni 2026. Saat ditanya mengenai akibat kenaikan nilai BBM terhadap golongan kelas menengah, Airlangga menyebut pemerintah bakal kembali mendorong program magang sebagai salah satu upaya menjaga aktivitas ekonomi dan kesempatan kerja.

“Kelas menengah salah satu program magang nan kita lagi sorong kembali di bulan Juni,” ujar Airlangga.

Tak Ada BLT Tunai Tambahan

Airlangga juga menegaskan stimulus nan sedang disiapkan bukan berupa support langsung tunai (BLT) untuk masyarakat secara luas. Menurutnya, support bakal difokuskan kepada golongan berpendapatan rendah.

“Kalau BLT, bukan nan di menengah tetapi nan di bawah,” ujarnya.

Ketika ditanya lebih lanjut apakah support tersebut bakal diberikan dalam corak duit tunai, Airlangga menjawab singkat, “Tidak.”

Pemerintah Masih Waspadai Harga Minyak Dunia

Selain menyiapkan stimulus domestik, pemerintah juga terus memantau perkembangan nilai minyak bumi usai mulai meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Menurutnya, nilai minyak diperkirakan turun setelah tercapainya kesepakatan mengenai bentrok Iran.

Meski begitu, pemerintah tetap mengambil dugaan nan konservatif sampai seluruh proses kesepakatan betul-betul rampung.

“Ya pertama tentu kita monitor lantaran nilai minyak bakal turun lagi ke sekitar USD 83 per barel tetapi kan semua ini baru selesai sudah ditandatangani. Jadi sebelum ditandatangani kita tetap konservatif,” kata Airlangga.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan