Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah berupaya meningkatkan kualitas data-data makro ekonomi, khususnya mengenai dengan pengukuran akibat ekonomi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) terhadap pertumbuhan ekonomi nasional (PDB) dan pertumbuhan ekonomi wilayah (PDRB).
Hal ini dinilai krusial untuk memastikan kontribusi area terhadap perekonomian wilayah dan nasional dapat diukur secara akurat, kredibel, dan bisa dipertanggungjawabkan.
Untuk itu, Dewan Nasional KEK dan Budan Pusat Statistik (BPS) dan pemangku kepentingan terkait, terus memperkuat koordinasi, salah satunya lewat Rapat Koordinasi Reviu Data dan Kajian Dampak Ekonomi di KEK nan diselenggarakan di Kantor BUPP (Badan Usaha Pembangunan dan Pengelola) KEK Gresik (JIIPE) di Gresik pada hari Jumat (12/06).
Hasil kajian ini, selain untuk memberikan gambaran nan lebih jeli mengenai kontribusi dan akibat ekonomi KEK, juga untuk melakukan reviu atas info kontribusi aktivitas ekonomi di KEK terhadap pertumbuhan ekonomi (PDB dan PDRB).
Rapat dipimpin Sesmenko Perekonomian selaku Ketua Tim Pelaksana Dewan Nasional KEK, Susiwijono Moegiarso, dan dihadiri Pimpinan Badan Pusat Statistik (Pusat), Kepala BPS Provinsi Jawa Timur, Kepala BPS Kabupaten Gresik, serta Pimpinan dari Kementerian/ Lembaga terkait, Dewan Kawasan KEK Jawa Timur, BUPP KEK Gresik dan PT. Freeport Indonesia mewakili Pelaku Usaha di KEK.
"Kita perlu terus menjaga kualitas data, khususnya data-data dari aktivitas ekonomi dan industri di KEK, nan digunakan sebagai salah satu parameter pertumbuhan ekonomi kita, lantaran info tersebut bakal menjadi dasar bagi Pemerintah dalam merumuskan beragam kebijakan dan program prioritas," kata Susiwijono, dikutip dari keterangan resmi Sekjen Dewan Nasional KEK, Sabtu (13/6/2026).
Bagi Pemerintah, info pertumbuhan ekonomi (PDB/ PDRB) menjadi parameter utama kondisi perekonomian nasional, dasar perumusan kebijakan/ program, perangkat ukur keahlian Pemerintah, dan perangkat pembanding kemajuan ekonomi kita dengan negara-negara lain. Selain itu, urgensi kalkulasi PDB/ PDRB bakal menjadi parameter dalam penentuan pasar, realisasi investasi dan ukuran akibat dari kebijakan nasional.
Mulai tahun 2025, BPS berbareng dengan Dewan Nasional KEK dan Lembaga National Single Window (LNSW) telah bekerja-sama melaksanakan pendataan komplit seluruh aktivitas ekonomi dan industri di KEK, nan dilakukan di 25 KEK di seluruh Indonesia dengan jumlah perusahaan/ industri sebanyak 528 perusahaan.
Selain di KEK, pendataan aktivitas ekonomi dan industri juga dilakukan di Kawasan Industri (KI) nan berjumlah sekitar 178 area di seluruh Indonesia. Dengan pendataan komplit di KEK dan KI ini, diharapkan bakal bisa memotret secara komplit aktivitas ekonomi dan industri di seluruh kawasan.
Sebagaimana informasi, hingga Triwulan I Tahun 2026, KEK di Indonesia secara kumulatif telah mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp353,3 Triliun, menyerap 266.688 Orang tenaga kerja, dan telah menghadirkan 471 Pelaku Usaha nan beraksi di 25 area KEK di seluruh Indonesia.
Sedangkan untuk KEK Gresik, menjadi salah satu kontributor utama pengembangan KEK nasional, hingga Triwulan I Tahun 2026 secara kumulatif telah mencatatkan investasi sebesar Rp107,32 Triliun dan menyerap 47.201 Orang tenaga kerja, didukung oleh beragam aktivitas industri strategis nan berorientasi pada hilirisasi dan peningkatan nilai tambah.
KEK Gresik berkedudukan dalam memperkuat hilirisasi, meningkatkan nilai tambah, dan menarik investasi khususnya di sektor industri manufaktur. Oleh lantaran itu, kesiapan info nan jeli dan terverifikasi menjadi aspek krusial dalam menghasilkan pengukuran nan lebih representatif mengenai kontribusi dan peran KEK terhadap pertumbuhan ekonomi, investasi, pembuatan lapangan kerja, serta pengembangan industri hilirisasi di Indonesia.
Ke depan, hasil reviu dan kajian ini bakal menjadi pedoman bagi pengembangan metodologi nan lebih komprehensif untuk pengukuran akibat KEK terhadap perekonomian. PDB Indonesia nan berkualitas, tidak terlepas dari kerjasama dan dukungan dari beragam penyedia data, termasuk dari 25 KEK nan tersebar di seluruh Indonesia.
(fab/fab)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·