
PLTS (Foto: Okezone)
JAKARTA - Pemerintah mempercepat penyelenggaraan program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas total 100 gigawatt peak (GWp) menjadi tiga tahun, ialah mulai 2026 hingga 2028. Program tersebut tidak hanya mengandalkan pembangunan PLTS di darat alias ground mounted, tetapi juga memanfaatkan waduk di beragam wilayah Indonesia.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Yuliot Tanjung mengatakan, hingga saat ini setidaknya telah diidentifikasi sebanyak 250 waduk nan siap digunakan sebagai lahan pemasangan PLTS. Total potensi kapabilitas terpasang PLTS di waduk sendiri diperkirakan tembus 43 Gigawatt.
"Pelaksanaan aktivitas itu ada percepatan. nan disampaikan oleh Bapak Presiden kan menjadi tiga tahun. Tadinya kan kita merencanakan sekitar empat tahun. Jadi, ini penyelenggaraan aktivitas 2026, 2027, 2028," ujarnya dikutip, Kamis (3/8/2026).
Menurutnya, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah mengidentifikasi lebih dari 250 waduk di seluruh Indonesia nan berpotensi dimanfaatkan untuk pengembangan PLTS. Ia menjelaskan, luas area waduk nan tersebar di beragam wilayah menjadi salah satu potensi besar untuk mendukung pengembangan PLTS, khususnya PLTS terapung alias floating solar.
"Potensi dari waduk tadi ada sekitar 43 gigawatt. Ya tentu kita kudu memandang dari sisi potensi ini mana nan layak untuk diusahakan," ujarnya.
Dengan demikian, pengembangan PLTS 100 GWp tidak semata-mata diarahkan pada pembangunan pembangkit di lahan darat. Pemanfaatan badan air pada waduk menjadi salah satu opsi untuk memperluas kapabilitas pembangkit daya surya sekaligus mempercepat pencapaian target.
23 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·