Fahmi Firdaus
, Jurnalis-Kamis, 11 Juni 2026 |16:50 WIB

Pemerintah Genjot Pembangunan Infrastruktur Pascabencana di Aceh
BIREUEN — Pemulihan pascabencana di Aceh mulai terlihat, jalan nan sebelumnya rusak sekarang kembali menghubungkan desa-desa dengan pusat ekonomi. Sementara sekolah nan sempat terdampak musibah kembali menjadi tempat belajar nan nyaman bagi anak-anak.
Kepala Posko Wilayah Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Safrizal ZA mengatakan, pihaknya terus mengawal percepatan pemulihan di beragam wilayah Aceh.
“Di Aceh Tamiang, misalnya, pembangunan kediaman tetap (huntap) terus menunjukkan kemajuan,” ujar Safrizal, Kamis (11/6/2026).

Sebanyak 37 letak telah dinyatakan siap dibangun dari total 40 letak nan diusulkan. Program ini menjadi angan besar bagi penduduk nan kehilangan rumah akibat banjir dan tanah longsor pada akhir 2025 lalu.
“Selain pembangunan hunian, beragam prasarana dasar seperti jalan, jembatan, sekolah, dan akomodasi umum lainnya juga terus dipulihkan untuk mendukung aktivitas masyarakat,” ujarnya.
Ahmat Amin, warga Bireuen, menilai pembangunan nan melangkah telah membawa perubahan positif bagi kehidupan masyarakat.
“Sekarang akses ke kota lebih mudah, anak-anak bisa berguru di gedung nan layak, dan kami mempunyai kesempatan untuk mengembangkan usaha. Ini perubahan nan sangat berfaedah bagi kami,” ujarnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·