Pemerintah Bakal Subsidi Pangan Impor yang Mahal Gegara Dolar AS Ngamuk

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) memastikan pemerintah waspada terhadap akibat pelemahan rupiah ke nilai komoditas pangan impor. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) telah mencapai level Rp 17.500/US$ pagi ini.

Zulhas mengatakan pemerintah bakal turun tangan memberikan subsidi jika pelemahan mata duit Garuda memicu nilai pangan impor melampaui nilai satuan tertinggi (HET) maupun nilai referensi penjualan (HAP).

"Kita tetap bakal jaga. Seperti tadi. Kalau nilai itu melampaui HET. Tentu pemerintah bakal turun tangan memberikan kudu subsidi," ujar Zulhas saat ditemui di Pasar Palmerah, Jakarta Pusat, Rabu (13/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Zulhas menerangkan langkah ini bisa dilakukan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Ia menyebut pemerintah mempunyai anggaran untuk kondisi tidak terduga.

"Ada anggaran untuk musibah nan tidak terduga, ada anggarannya itu. Jadi disubsidi. Apakah ongkosnya alias kah harganya," jelas ia.

Menurut Zulhas, respons sigap dapat menjadi antisipasi menahan gejolak nilai pangan, termasuk komoditas nan terdampak lonjakan kurs. Untuk itu, dia meminta pemerintah wilayah ikut serta mengendalikan nilai pangan di daerahnya masing-masing.

"Saya membujuk bupati, gubernur cepat. Cepat jika ada masalah di daerahmu. Cepat kita tanggapi bareng-bareng. nan pusat seperti bulog kita handle. BGN kita handle. Perhubungan tetap kita handle. APBN kita handle. Tapi jika tanggungjawab daerah, wilayah juga. Kabupaten, wali kota, gubernur juga kudu sigap mengendalikan," tambah Zulhas.

Seperti diketahui, berasas info Bloomberg, dolar AS menguat 0,05% ke level Rp 17.537. Adapun pada penutupan perdagangan Selasa (12/5), dolar AS ditutup pada level Rp 17.528.

(acd/acd)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance