
Pembiayaan Naik Jadi Rp511 Triliun, Ini Cara Mudah Ajukan Pinjaman dengan BPKB dan SHM (Foto: Freepik)
JAKARTA - Akses terhadap pembiayaan nan sigap dan mudah menjadi kebutuhan krusial bagi masyarakat di tengah dinamika ekonomi saat ini.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, piutang pembiayaan dari industri multifinance alias perusahaan pembiayaan tumbuh positif hingga Juni 2026. Piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan tumbuh sebesar 1,88 persen secara year on year (yoy) menjadi Rp511,26 triliun pada Juni 2026.
Profil akibat Perusahaan Pembiayaan (PP) terjaga dengan rasio Non-Performing Financing (NPF) gross tercatat sebesar 3,01 persen (Mei 2026: 3,06 persen) dan NPF net sebesar 0,81 persen (Mei 2026: 0,85 persen). Gearing ratio PP tercatat sebesar 2,14 kali (Mei 2026: 2,14 kali) dan berada di bawah pemisah maksimum sebesar 10 kali.
Berdasarkan info pada SLIK, pembiayaan Buy Now Pay Later (BNPL) oleh Perusahaan Pembiayaan tumbuh 57,02 persen yoy (Mei 2026: 53,78 persen yoy), alias menjadi Rp13,40 triliun dengan NPF gross turun ke 3,09 persen (Mei 2026: 3,44 persen).
Pembiayaan modal ventura pada Juni 2026 terkontraksi sebesar 0,48 persen yoy (Mei 2026: tumbuh 0,09 persen yoy), dengan nilai pembiayaan tercatat sebesar Rp16,28 triliun.
Pada industri Pinjaman Daring (Pindar), outstanding pembiayaan pada Juni 2026 tumbuh 25,88 persen yoy (Mei 2026: 25,60 persen yoy), dengan nominal sebesar Rp105,14 triliun. Tingkat akibat angsuran macet secara agregat (TWP90) tercatat di posisi 4,26 persen (Mei 2026: 4,42 persen).
Pada industri pergadaian, penyaluran pembiayaan pada Juni 2026 tumbuh sebesar 54,47 persen yoy (Mei 2026: 57,97 persen yoy) menjadi Rp162,26 triliun, dengan pembiayaan terbesar disalurkan dalam corak produk Gadai, ialah sebesar Rp136,88 triliun alias 84,36 persen dari total pembiayaan.
Namun, bagi sebagian masyarakat, proses pengajuan pinjaman tetap dianggap rumit lantaran prosedur dan persyaratan nan beragam.
Minimnya info nan jelas dan pendampingan nan memadai membikin calon pengguna ragu untuk mengusulkan pinjaman. Padahal, dengan arsip nan komplit dan pemahaman nan tepat, proses pembiayaan dapat melangkah dengan lancar.
“Kami selalu menjelaskan kepada calon pengguna bahwa prosesnya sebenarnya sederhana, asalkan arsip lengkap. Perbedaan hanya di jenis agunan dan arsip pendukungnya. Tugas kami adalah membantu pengguna memahami setiap tahapan,” kata CEO Anggrek Teknologi Indonesia Chris Chen dalam keterangannya, Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Berita Terkait
Telusuri buletin finance lainnya
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·