Labuan Bajo, CNN Indonesia --
Viral video nan memperlihatkan seorang camat di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), terlibat adu mulut dengan personil BNPB soal pengedaran support musibah pascagempa yang mengguncang Pulau Flores. Dia menuntut keadilan dan transparansi penyaluran support bagi penduduk terdampak.
Dalam percakapan nan terekam, Camat Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Agustinus Supratman, mengaku merasa tertekan dan tidak setuju dengan pengaturan pendistribusian nan dinilai tidak setara bagi seluruh warga.
Agustinus menyampaikan kekesalannya lantaran diminta membagi support secara merata ke 11 desa di wilayahnya, padahal jumlah support nan ada terbatas untuk melayani 21.171 jiwa penduduk.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya merasa tertekan sekali, terbebani. Saya kudu membagi ke 11 desa, tapi bukan begitu caranya. Semua desa sekarang protes ke saya, semua bertanya di mana bantuannya. Sementara support nan ada jumlahnya sedikit, tapi kudu dibagi ke banyak orang. Bagaimana caranya?" ujar Agustinus dengan nada tinggi, dikutip dari video viral, Jumat, (21/8).
Ia memprotes pernyataan bahwa support nan diterima dikatakan 'banyak sekali', padahal kenyataannya jumlahnya jauh dari mencukupi untuk seluruh penduduk.
"Bapak bilang support banyak sekali, padahal nan ada hanya ini. Saya tidak suka ditekan untuk membagi rata ke 11 desa padahal jumlahnya sedikit. Saya stres, laporan ke kementerian dan telepon dari mana-mana terus masuk. Saya tidak tahan lagi," tegasnya.
Agustinus juga meminta agar penyaluran dilakukan dengan transparan dan sesuai kebutuhan, bukan dengan tekanan alias perintah nan memaksanya membagi sama rata tanpa memandang kondisi kerusakan dan jumlah penduduk nan betul-betul membutuhkan.
"Kita urus masyarakat ini bersama-sama. Jangan ada tekanan-tekanan. Saya hargai setiap support nan datang, tapi kudu setara dan tepat sasaran. Jangan sampai penduduk nan paling memerlukan justru tidak mendapatkannya," tambahnya.
Pihak BNPB nan datang dalam pertemuan tersebut belum memberikan tanggapan resmi mengenai perdebatan ini. Situasi di lapangan hingga Jumat siang tetap berjalan hangat, di tengah tingginya angan penduduk atas support pascabencana.
[Gambas:Instagram]
Sementara itu, Kepala BNPB Letjen Suharyanto mengatakan pemerintah terus mempercepat pemenuhan kebutuhan logistik dasar bagi pengungsi imbas gempa bumi magnitudo 7,7 di NTT. Dia pun mengakui tetap terdapat kekurangan dalam pemberian support dan upaya penanggulangan pascabencana tersebut.
"Kami terus bekerja keras dan sigap untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di pengungsian dan memperbaiki kekurangan-kekurangan nan terjadi di lapangan," kata Suharyanto dalam keterangan tertulis, Jumat.
Ia mengatakan penanganan musibah di NTT saat ini tetap menghadapi sejumlah tantangan nan kudu segera diatasi secara terpadu.
Suharyanto mengakui adanya keluhan penduduk mengenai krisis air bersih dan listrik di sejumlah posko, termasuk di Posko Pengungsian Reo, Kabupaten Manggarai.
"Kami memahami kesulitan nan dialami saudara-saudara kita di pengungsian. Bantuan logistik presiden telah didistribusikan dengan total support nan dikirimkan sebanyak 411 ton dari tanggal 15 sampai 19 Agustus 2026," kata Suharyanto.
Ia mengatakan pemenuhan logistik bagi penduduk terdampak terus digencarkan. Pada 19 Agustus, BNPB mencatat pengedaran support logistik melalui jalur udara sebanyak 72,77 ton.
Prioritas pengiriman pada hari nan sama mencakup 5.000 paket sembako ke Posko Maumere dan 2.900 paket sembako ke Posko Labuan Bajo.
Sejumlah armada laut dikerahkan untuk membantu pendistribusian logistik. Kapal Republik Indonesia (KRI) Bung Hatta telah diberangkatkan dari Pelabuhan Labuan Bajo menuju Pelabuhan Reok, Kabupaten Manggarai, membawa paket support Presiden RI, sembako, tenda keluarga, tenda pengungsi, serta bantuan masyarakat untuk didistribusikan ke Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur.
TNI AL juga mengerahkan KRI dr. Soeharso untuk mendukung pelayanan kesehatan. Dukungan logistik mencakup beras, sembako, air mineral, obat-obatan, matras, selimut, tenda, hygiene kit, BBM, genset, dan kebutuhan lainnya.
Sebanyak 882 unit tenda (215 tenda pengungsi ukuran 6×12 dan 667 tenda family ukuran 4×4) serta dua unit rumah sakit lapangan telah disiapkan.
"Kami memastikan pengedaran terus melangkah ke wilayah terisolasi, termasuk melalui jalur laut dan udara, agar kebutuhan dasar penduduk di pengungsian dan wilayah terdampak terpenuhi," katanya.
Sementara itu, dalam konvensi pers perkembangan penanggulangan pascabencana gempa NTT pada Jumat sore tadi, BNPB mengumumkan jumlah korban nan ditemukan alias terdata terus bertambah.
"Pada hari ini pukul 16.00 WIB, Jumat, 21 Agustus 2026, jumlah nan meninggal menjadi 83 jiwa. nan semula, nan kemarin kami sampaikan 75 jiwa bertambah 8 jiwa dengan rincian bahwa nan meninggal adalah akibat dampak tidak langsung dari gempa," ujar Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan melalui konvensi pers secara daring.
Penambahan korban meninggal bumi ini merupakan dua jiwa di Kabupaten Manggarai, dua jiwa di Kabupaten Manggarai Timur, dua jiwa di Kabupaten Nagekeo, dan satu di Kabupaten Ngada.
Selanjutnya, korban luka-luka dilaporkan sebanyak 986 jiwa. Angka ini bertambah sebanyak 79 jiwa dari laporan sebelumnya.
Sedangkan untuk nan mengungsi dilaporkan sekarang berjumlah 110.785 jiwa. Jumlah pengungsi bertambah sebesar 18.050 jiwa dari jumlah sebelumnya di nomor 92.735 jiwa.
Rumah rusak juga sekarang berada di nomor 44.946 unit. Data ini meliputi 17.176 unit di kategori rusak berat, 9.758 unit di kategori rusak sedang, dan 18.013 unit di kategori rusak ringan. Kabupaten dengan jumlah rumah rusak terbanyak adalah Kabupaten Manggarai Timur, Manggarai Barat, dan Manggarai.
Sementara itu pascagempa utama M 7,7 pada Sabtu (15/8) pagi pekan lalu, hingga Jumat ini per pukul 16.00, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan adanya 4.258 gempa susulan.
Gempa susulan terbesar berada pada magnitudo 6,2, sedangkan terkecil pada magnitudo 1,1. Sebanyak 118 kejadian gempa susulan dapat dirasakan warga.
(lou/kid)
17 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·