Seorang petugas kehutanan menyemprot pohon sequoia raksasa selama pembakaran terkontrol pada 2009 di Taman Nasional Kings Canyon. Sekitar satu dasawarsa kemudian, kebakaran rimba ekstrem melanda wilayah tersebut, tetapi pohon sequoia nan sebelumnya dirawat d(Anthony Caprio/National Park Service)
POHON sequoia raksasa di California memang tumbuh alami untuk menahan kebakaran rimba biasa. Namun, gelombang kebakaran rimba ekstrem beberapa tahun terakhir telah memusnahkan ribuan pohon nan telah memperkuat hidup selama beratus-ratus tahun hingga ribuan tahun.
Studi terbaru dari University of California (UC) Davis mengungkap akibat kerugian tersebut dapat ditekan secara signifikan melalui metode pembakaran terkontrol (prescribed burns). Penelitian nan dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications ini menganalisis sekitar 26.400 pohon sequoia di 19 area rimba nan terdampak kebakaran dahsyat Castle Fire pada 2020 dan KNP Complex Fire pada 2021 di Sierra Nevada, California.
Hasil penelitian menunjukkan pohon sequoia nan berada di area nan pernah mendapatkan perlakuan pembakaran terkontrol dalam 10 tahun terakhir mempunyai kesempatan memperkuat hidup nyaris empat kali lebih tinggi dibandingkan pohon di area nan tidak terawat.
"Pembakaran terkontrol efektif mengurangi nomor kematian sequoia raksasa, apalagi untuk kebakaran rimba ekstrem saat ini," ujar penulis utama studi, Dan Dixon.
"Jika tujuannya adalah melindungi sequoia raksasa, pembakaran terkontrol adalah perangkat krusial nan tersedia bagi para pengelola," tambahnya.
Sequoia raksasa merupakan salah satu organisme tertua dan terbesar di Bumi, dengan usia nan bisa melampaui 3.000 tahun. Secara alami, pohon ini berevolusi berbareng kebakaran berskala mini nan berfaedah membersihkan semak belakut, mendaur ulang nutrisi, dan menciptakan kondisi ideal bagi tumbuhnya tunas baru.
Efektivitas Pembakaran Terkontrol
Taman Nasional Sequoia dan Kings Canyon telah menjalankan program pembakaran terkontrol sejak 1960-an. Hal ini menciptakan pola area rimba dengan riwayat penanganan api nan beragam, sebagian dikelola secara berkala, sementara sebagian lainnya dibiarkan tanpa api selama lebih dari 100 tahun hingga menumpuk bahan bakar alami nan mudah terbakar.
Menggunakan kombinasi info penginderaan jauh seperti airborne lidar dan gambaran satelit PlanetScope, tim peneliti mengukur tingkat kelangsungan hidup pohon-pohon tersebut.
Hasilnya, pembakaran terkontrol nan dilakukan dalam dasawarsa terakhir sukses menurunkan akibat kematian sequoia raksasa hingga sekitar 77%. Simulasi komputer menunjukkan bahwa intervensi ini telah menyelamatkan sekitar 1,900 pohon sequoia dari kematian. Peneliti mengestimasi sekitar 3.900 pohon lainnya mungkin dapat diselamatkan andaikan seluruh area rimba mendapatkan perlakuan serupa.
Profesor Yufang Jin dari UC Davis menekankan pentingnya riset ini di tengah ancaman perubahan suasana nan meningkatkan gelombang dan keparahan kebakaran hutan.
"Ini adalah studi nan tepat waktu mengingat sejarah pemadaman api di hutan-hutan ini dan langkah negara bagian nan meningkatkan kecepatan serta skala pembersihan bahan bakar dalam beberapa tahun terakhir," kata Jin.
"Dengan menggabungkan penginderaan jauh beresolusi tinggi nan terukur dengan kerangka statistik nan ketat, kami dapat mengungkap wawasan tentang pengaruh pembakaran terkontrol nan melampaui apa nan dapat disampaikan oleh anekdot tradisional alias survei lapangan," lanjutnya. (Science Daily/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·