
Pemanfaatan AI di Industri Kesehatan, Percepat Riset dan Pengembangan Obat (Foto: Freepik)
JAKARTA - Industri kesehatan mulai memanfaatkan AI untuk mempercepat riset dan pengembangan obat. Novo Nordisk mengumumkan kemitraan strategis dengan OpenAI untuk melakukan transformasi AI dalam sektor kesehatan sekaligus mempercepat upaya perusahaan dalam menghadirkan pilihan pengobatan nan lebih
inovatif dan berbobot bagi pasien.
Kemitraan ini bakal memanfaatkan kapabilitas AI nan canggih untuk menganalisis info nan kompleks, mengidentifikasi penemuan obat nan menjanjikan, serta mempercepat waktu dari tahap penelitian hingga obat tersebut dapat diakses oleh pasien. Kolaborasi ini dirancang dengan perlindungan data, tata kelola, dan pengawasan manusia nan ketat guna memastikan penggunaan teknologi nan etis dan sesuai regulasi.
“Kemitraan ini merupakan langkah krusial dalam menegaskan posisi Novo Nordisk sebagai pemimpin di era baru jasa kesehatan. Jutaan orang nan hidup dengan obesitas dan glukosuria memerlukan lebih banyak pilihan pengobatan, dan kami menyadari tetap banyak terapi nan belum ditemukan nan dapat mengubah hidup mereka,” ujar Presiden dan CEO Novo Nordisk Mike Doustdar.
“Mengintegrasikan AI dalam pekerjaan sehari-hari memampukan kami untuk menganalisis info dalam skala nan sebelumnya tidak mungkin dilakukan, mengidentifikasi pola nan belum pernah terlihat sebelumnya, serta menguji asumsi dengan lebih sigap dari sebelumnya. Dengan demikian, kerjasama ini membantu kami mempercepat penemuan terapi baru dan menghadirkannya ke pasar dengan lebih sigap dari sebelumnya.”
OpenAI bakal membantu Novo Nordisk dalam meningkatkan keahlian tenaga kerja dunia perusahaan dan literasi AI di seluruh organisasi. Kemitraan ini juga bakal memanfaatkan kapabilitas OpenAI untuk mengoptimalkan efisiensi di bagian manufaktur, rantai pasok, distribusi, serta aktivitas operasional perusahaan secara keseluruhan. Program percontohan bakal diluncurkan di seluruh departemen, termasuk riset dan pengembangan, manufaktur, serta operasional komersial, dengan integrasi penuh ditargetkan selesai pada akhir 2026.
"AI sedang mentransformasi beragam industri, dan dalam bagian pengetahuan hayati (life sciences), teknologi ini dapat membantu manusia hidup lebih baik dan lebih lama,” ujar Sam Altman, CEO OpenAI.
“Kolaborasi dengan Novo Nordisk ini bakal membantu mempercepat penemuan ilmiah, menjalankan operasional dunia nan lebih cerdas, serta mendefinisikan ulang masa depan dari penanganan pasien," imbuh dia.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan buletin terbaru dan terpercaya seputar bumi perempuan. Dapatkan info terkini tentang style hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·